Jumat, 06 Desember 2019

KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF DAN PENDELEGASIAN


KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF DAN  PENDELEGASIAN




Makalah ini di buat untuk memenuhi salah satu syarat Mata Kuliah


oleh:
Hadi Sucipto
                                                                     Nim.1802012007              
Program Magister ManajemenPendidikan Islam






FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
PASCA SARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH
PALEMBANG




A.    Latar Belakang
Membuat keputusan adalah salah satu fungsi yang paling penting yang dilakukan oleh para pemimpin. Banyak aktifitas para manajer dan administrator yang berupa perbuatan dan pelaksanaan keputusan, termasuk merencanakan pekerjaan, memecahkan masalah-masalah teknis, memilih para bawahan, menentukan kenaikan upah membuat penugasan kerja, dan sebagainya. Kepemimpinan partisipatif melibatkan usaha-usaha manajer untuk mendorong dan memudahkan partisipasi orang lain dalam pengambilan keputusan yang penting.
Kepemimpinan partisipatif, pendelegasian, dan pemberdayaan merupakan subyek yang menjebatani pendekatan kekuasaan dan pendekatan perilaku dalam kepemimpinan. Penelitian mengenai kepemimpinan partisipatif dan pendelegasian menekankan perspektif pemimpin mengenai pembagian kekuasaan. Pengertian mengenai pemberdayaan adalah tambahan yang lebih terbatas dan baru bagi literatur kepemimpnan dan penelitian, ini menekankan pada perspektif para pengikut.

KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF, PENDELEGASIAN
A.    Sifat Kepemimpinan Partisipatif
Kepemimpinan partisipatif menyangkut penggunaan berbagai macam prosedur keputusan yang memberi orang lain pengaruh tertentu terhadap keputusan pemimpin tersebut. Istilah lainnya yang biasa digunakan untuk menyebut aspek kepemimpinan partisipatif mencakup konsultasi, pengambilan keputusan bersama pembagian kekuasaan, desentralisasi dan manajemen yang demokratis yang kepemimpinan partisipatif dapat dianggap sebagai suatu jenis perilaku yang berbeda walaupun dapat digunakan bersama dengan perilaku tugas dan hubungan yang khusus (Likert, 1967; Yulk, 1971).
Macam-macam partisipatif
Kepemimpinan partisipatif dapat mengambil berbagai bentuk. Berbagai bentuk prosedur pengamnbilan keputusan dapat digunakanan dengan mengikutsertakan orang lain dalam pengambilan keputusan. Sejumlah ahli teori kepemimpinan telah mengajukan berbagai macam taksnomi mengenai prosedur pengambilan kepututsan, dan hingga kini tidak ada kesepakatan mengenai jumlah prosedur pengambilan keputusan yang optimal atau cara terbaik untuk mengidentifikasinya (Heller & Yulk, 1969, Strauss, 1977; Tennenbaum & Schmidt, 1958, Vroom & Yetton, 1973). Namun demikian, kebanyakan ahli teori tersebut ingin mengakui empat buah prosedur pengambilan keputusan berikut.
1.        Keputusan yang otokratis, manajer membuat kepututsan sendiri tanpa menanyakan pendapat atau saran dari orang lain, dan orang-orang tersebut tidak mempunyai pengaruh langsung terhadap kepututsan itu, tidak ada partisipasi.
2.        Konsultasi. Manajer menanyakan pendapat dan gagasan, kemudian mengambil kepututsannya sendiri setelah mempertimbangkan saran dan perhatian mereka secara serius.
3.        Keputusan bersama. Manejer bertemu dengan orang lain untuk mendiskusikan masalah kepututsan tersebut, dan mengambil keputusan bersama, manajer tidak mempunyai pengaruh lagi terhadap keputusan terakhir seperti juga partisipan lainnya.
4.        Manajer memberikan otoritas dan tanggung jawab membuat keputusan kepada seseorang atau kelompok manajer biasanya menyebutkan batas dimana pilihan akhir harus berada, dan persetujuan awal mungkin atau mungkin tidak perlu diminta sebelum keputusan itu dapat diimplementasikan.
Para penulis juga membedakan para tiga macam konsultasi :
1.        Pemimpin tersebut mengajukan keputusan yang dibuat tanpa konsultasi terlebih dahulu, namun bersedia untuk memodifikasikannya jika menghadapi keberatan atau keprihatinan.
2.         Pemimpin tersebut memberikan usulan sementara dan secara aktif mendorong orang untuk memberikan saran perbaikan.
3.         Pemimpin tersebut mengajukan masalah dan melihat orang lain untuk berpartsipasi dalam melakukan diagnosis dan menyusun pemecahannya, tetapi kemudian membuat keputusannya sendiri.
Vroom dan Yetton, 1973). Membedakan antara berkonsultasi dan para individu dan berkonsultasi dengan kelompok.




B.     konsekuensi dari partisipasi
Bagian dari bab ini menguji potensi manfaat dari partisipasi dan proses penjelasan mengenai pengaruh dari partisipasi (lihat gambar 4-2). Variabel situasional yang memperkuat atau membatasi pengaruh partisipasi dibahas nanti dalam bab ini sebagai bagian dari teori yang dikembangkan untuk menjelaskan mengapa bentuk kepemimpinan ini tidak efektif dalalm semua situasional
C.    Potensi manfaat dari partisipasi
Kepemimpinan partisipatif menawarkan beragam potensi manfaat tetapi apakah manfaat itu nyata bergantung pada siapakah partisipannya, beberapa banyak pengaruh yang mereka miliki, dan aspek lain dari situasi keputusan.
Kualitas keputusan. Melibatkan orang lain dalam membuat keputusan akan lebih mungkin untuk meningkatkan kualitas daripada keputusan saat para partisipan memiliki informasi dan pengetahuan yang tidak dimiliki pemimpin dan bersedia bekerja sama dalam menemukan solusi yang baik atas masalah keputusan. Bekerja sama dengan berbagai pengetahuan akan bergantung pada batas dimana para partisipan mempercayai pemimpin yang memandang prosesnya sebagai sah dan menguntungkan. jika para anggota memiliki persepsi berbeda akan masalah itu atau prioritas berbeda akan berbagai hasil, sangatlah sulit untuk menemukan keputusan yang bekualitas tinggi. Kelompok mungkin gagal mencapai kesepakatan atau gagal mengatasi kompromi yang buruk. Akhirnya aspek lain dari situasi keputusan seperti tekanan waktu, jumlah partisipan, dan lebijakan formasl dapat membuat bentuk partisipasi menjadi tidak praktis.
Penerima keputusan. Orang yang memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membuat keputusan cenderung untuk mengenali dan memandang sebagai keputusan mereka. Rasa kepemilikan ini meningkatkan motivasi mereka untuk menerapkan dengan berhasil. Partisipasi juga memberikan pengalaman yang lebih baik atas sifat masalah keputusan dan alasan mengapa alternatif tertentu diterimah dan lainnya ditolak. Partisipan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana mereka terpengaruh oleh sebuah keputusan, yang akan mungkin mengurangi ketakutan dan kecemasan yang tidak beralasan tentangnya. Jika ada kemungkinan konsekuensi merugikan, partisipan mengizinkan orang mendapatkan kesempatan memperlihatkan kekhawatiran mereka dan membantu menemukan solusi yang memecahkan kekhawatiran ini. Akhirnya, jika keputusan dilakukan melalui proses partisipatif yang dianggap sah oleh sebagian besar anggota, maka kelompok itu akan mungkin menerapkan tekanan sosial pada anggota yang segan untuk melakukan bagian mereka dalam penerapan keputusan.
Kepuasan terhadap proses keputusan. penelitian mengenai keadilan prosedural  misalnya ( Earley dan Lind, 1987;Lind dan Tyler,1988) menemukan bahwa kesempatan untuk memperlihatkan pendapat dan pilihan sebelum keputusan dibuat ( yang disebut ‘suara) dapat memiliki pengaruh yang menguntungkan tanpa melihat jumlah pengaruh aktual yang dimiliki partisipan atas keputusan akhir ( yang disebut ‘pilihan’). Orang akan lebih mungkin  memandang bahwa mereka diperlukan dengan bermartabat  dan rasa hormat saat mereka memilki kesempatan untuk memperlihatkan pendapat dan pilihan tentang keputusan yang akan mempengaruhi mereka.
Pengembangan keterampilan pertisipan. pengalaman membantu membuat keputusan rumit dapat menghasilkan pengembangan keterampilan dan kepercayaan diri yang lebih bersar oleh partisipan. Apakah potensi mamfaat itu dicapai tergantung pada beberapa banyak keterlibatan yang sebenarnya dimiliki partisipan dalam proses melakukan diaknosis penyebab masalah. Pembuatan solusi yang mungkin, mengevaluasi solusi untuk mengidentifikasi yang terbaik dan merencankan bagaimana menerapkannya.
D.    Tujuan bagi partisipan berbeda
            Potensi mamfaat dari partisipasi tidaklah identik bagi semua jenis partisipan. Tujuan pemimpin untuk mengunakan partisipasi bisa berbeda tergantung pada apakah partisipan tersebut merupakan bawahan, rekan sejawat, atasan, atau orang luar.
Konsultasi kearah bawah dapat digunakan untuk meningkatkan kwalitas keputusan dengan mengambil pengetahuan dan keahlian pemecahan masalah dari para bawahan. Tujuan lainnya adalah meninhgkatkan penerimaan bawahan atas keputusan dengan memberikan rasa kepemilikan bagi mereka. Tujuan ketiga adalah mengembangkan keterampilan pembuatan keputusan dari para bawahan dan memberi mereka pengalaman dalam membantu menganalisis permasalahan keputusan dan mengevaluasi solusi. Tujuan keempat adalah ,memudahkan penyelesaian konflik dan membentuk tim.
Konsultasi lateral dengan orang yang berasal dari sub unit berbeda dapat digunakan untuk meningkatkan kwalitas keputusan jika rekan sejawat memilki pengetahuan relevan tentang penyebab masalah dan solusi yang mungkin. Jika kerja sama para manager lainnya diperlukan untuk menerapkan keputusan, konsultasi merupakan cara untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen mereka. Konsultasi lateral memudahkan koordinasi dan kerja sama diantara para manager dari sub unit organisatoris berbeda yang memiliki tugas yang saling bergantung. Namun, konsultasi harus terbatas pada keputusan dimana keputusan itu tepat, waktu tidak terbuang dalam pertemuan yang tidak perlu.
E.     Pendelegasian
Pendelegasian menyangkut penugasan tanggung jawab yang baru kepada para bawahan serta kewenangan tambahan untuk melaksanakannya. Meskipun pendelegasian terkadang diangganp sebagai suatu bentuk kepemimpinan partisipatif, terdap cukup banyak alasan untuk memperlakunnya sebagai sebuah kategori perilaku manajerial tersendiri. Pendelagasian dalam beberpa hal secara kuallitatif berbeda dari bentuk lain kepemimpinan parisipatif. Seseorang manajer mungkin berkonsultasi dengan bawahan, rekan sejawat, atau atasan, namun dalam banyak hal, pendelegasian hanya cocok dengan bawahan. Pendelegasian juga mempunyai determinan situasional yang agak berbeda dibanding dengan konsultasi.
Keragaman Pendelegasian
            Dalam bentuknya yang paling umum, pendelegaisan menyangkut pemberian tugas atau tanggung jawab yang baru dan berbeda, kepada seorang bawahan. Misalnya, seseorang yang bertanggung jawab untuk memproduksi sesuatu juga diberikan tanggung jawab untuk memeriksa hasil tersebut dan melakukan perbaikan terhadap kesalahan apapun yang ditemukannya. Bila diberikan tugas yang baru, kewenangan tambahan yang diperlukuan untuk menyelesaikan tugas tersebut biasanya di didelegasikan juga. Misalnya, seseorang dari bagian produksi yang diberi tanggung jawab baru untuk membeli bahan baku diberikan wewenang (sampai batas tertentu) untuk mendatangani kontrak dengan para pemasok.
            Tingkat pendelegasian yang paling rendah adalah bila seseorang harus menanyakan kepada atasannya tentang apa yang harus dilakukannya bila terjadi masalah atau hal yang luar biasa. Tingkat pendelegasianyang lebih besar terjadi bila seseorang bawahan diijinkan untuk menentukan apa yang harus dilakukan, namun harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu sebelum melaksanakn keputusan tersebut. Pendegelasian yang paling besar terjadi bila bawahan tesebut diijinkan untuk membuat keputusan dan melaksnakannya tampa mendapatkan persetujuan terlebih dahulu. Misalnya, seseorang penjual yang tidak diijinkan untuk membuat penyesuaian bagi barang yang rusak dan pengirimamn yang terlambat tampa meminta ijin terlebih dahulu dibertahukan bahwa mulai sekarang ia disetujui untuk memecahkan masalah demikian tampa memperoleh ijin terlebih dahulu.
F.     pedoman untuk pendelegasian
Bagian ini memberikan pedoman tentative untuk penggunaan pendelegasian secara efektif oleh para menejer.Walaupun penelitian mengenai pendelegasian masi amat terbatas,terdapat cukup banyak kesempatan dalam literature para praktisi tentang kapan dan bagaimana menggunakan pendelegasian secara efektif pedoman tentang apa yang menyenangkann harus didelegasikan disajikan lebih dulu.
Apa yang didelegasikan:
o    Tugas yang dapat dilakukan dengan lebih baik oleh bawahan
o    Tugas yang mendesak tetapi bukan yang merupakan prioritas tinggi
o    Tugas yang relevan bagi karier seoarng bawahan
o    Tugas yang memiliki kesulitan yang sesuai
o    Tugas yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan
o    Tugas yang tidak sentral bagi peran menejer
Bagaimana Mendelegasikan:
o    Spesifikasikan tanggung jawab secara jelas
o    Berikan otoritas yang cukkup dan perinci batas kebijaksaannya
o    Perinci persyaratan laporan
o    Pastikan penerimaan tanggung jawab dari bawahan
o    Teruskan informasi kepada mereka yang harus mengetahuinya
o    Pantaulah kemajuan dengan  cara yang sesuai
o    Usahakan agar bawahan memperoleh informasi yang dibutuhhkan
o    Berilah dukungan dan bantuan,namun hindari pendelegasian yang terbaik
o    Buatlah agar kesalahan itu menjadi suatu proses belajar.
Apa yang didelegasikan.           
Pemilihan tugas yang akan didelegasikan sebagian tergantung pada tujuan pendelegasian tersebut.Beberapa pedoman tentang tugas apa yang harus didelegasikan sebagai berikut.
·           Delegasikan tugas-tugas yang dapat dilakukan dengan lebihh baik oleh bawahan
            Beberapa tanggung jawab dapat dilakukan dengan lebih baik oleh seorang bawahan dari pada oleh seorang manajer,karena bawahan tersebutmempunyai keahlian lebih baik.
·           Delegasikan tugas yang mendesak namun bukan yang merupakan prioritas tinggi
Bila tujuannya adalah untuk mengurangi beban kerja yang berkelebihan tugas-tugas terbaik untuk pendelegasian adalahyang mendesak namun tidak mempunyai prioritas tinggi tugas tersebut harus dilakukan dengan cepat,dantidak ada cukup waktu untuk melakukan semuanya.
·           Delegasikan tugas yang relevan bagi karier seorang bawahan
Bila tujuan pendelegasian adalah untuk mengembangkan keterampilan para bawahan,tanggunng jawabnya harus yang relevan dengan sasaran karier bawahan tersebut.
·           Delegasikan tugas yang memiliki kesulitan yang sesuai
Tugas yang didelegasikan harus menantang bagi seorang bawahan tetapi tidak terlalu sulit sehingga tidak ada harapan dapat berhasil dilakukan.
·           Delegasikan tugas yang menyenagkan maupun tidak menyenagkan
Berdasarkan orang menejer memegang semua tugas yang menyenagkan untuk dirinya sendiri dan mendeleegasikan tugas-tugas yang membosankan dan menjemukkan bawahan tersebut dan kemungkinan akan mengurangi bukannya meningkatkan kepuasan kerja bawahan itu.
·           Delegasikan tugas yang tidak sentral bagi peran menejer.
Tugas yang secara simbolis adalah penting dan sentral bagi peran seorang manajer jangan didelegasikan.Tanggung jawab tersebut termasuk hal-hal seperti menetapkan sasaran dan prioritas untuk kuliit kerja tersebut,mengalokasikan sumber keputusan daya diantara para bawahan,mengevaluasi kinerja pada bawahan,membuat keputusan personalia yang mengangkut kenaikan gaji dan promosi para bawahan,mengatur tnggapan kelompok terhadap sebuah krisis,serta berbagai kegiatan sebagai pemimipin seremonial di mana kehadiran manajer itu di harapkan (Mintzberg,1973).
Bagaimana Mendelegasikan
Keberhasilah pendelegasia tergantung pada bagaimana pendelegasian itu di lakukan maupunpada apa yang didelegasikan.Pedoman ini di bawa ditunjuukan untuk membatasi masalah dan untuk menghindari kesulitan umum yang ada berhubungan demgan pemberian tugas dan pendelegasian otoritas.Empat pedoman pertama adalah untuk pertemuan mendelegasikan tanggung jaewab kepada seorang bawahan.
·           Spesifikasi  tanggung jawab secara jelas
Pada saat mendelegasikan,penting untuk memastikan bahwa bawahan tersebut mengerti tanggung jawabnya yang baru.Jelaskan hasil yang diharapkan dari sebuah tugas yang didelegasikan atau dari suatu penugasan,jernikan sasaran dan prioritas, dan beritahukan kepadanya mengenai tenggang waktu yang harus dipenuhi.
·           Berikan otoritas yang cukup danperinci batas kebijaksaanya.
Kecuali bila tersedia sumber daya yang cukup,bawahan tersebut kemungkinan tidak akan berhasil dalam menjalankan tugas yang dideligasikan  bila memberi tanggung jawab yangbaru,tentukanlah  jumlah kekuasaan yang sesuatu yang di butuhkan oleh bawahan tersebut agar dapat melaksanakannya.
·           Perinci persyaratan pelaporan
Penting bagi bawahan untuk memahami jenis-jenis informasi yang harus dilaporkan,berapa sering laporan tersebut diharapkan,dan dengan cara bagaimana kemajuan akan di pantau (misalnya,laporan tertulis,pertemuan tinjauan mengenai kemajuan,presentasi dalam pertemuan departemen,evaluasi kinerja yang formal).
·           Pastikan penerimaan tanggung jawab dari bawahan
Agar pendelegasian itu berhasil,maka bawahan harus menerima penugasan yang baru tersebut dan mengikatkan diri untuk melaksanakannya.
·           Teruskan informasi kepada mereka yang harus mengetahuinya.
Orang yang terpengaruh oleh pendelegasian dan orang yang kerja sama dan bantuannya di perlukan oleh bawahan untuk melakukan tugas yang didelegasikan harus di  beritahukan tentang tanggung jawab dan otoritas baru bawahan itu.
·           Pantaulah kemajuan dengan cara yang sesuai.
Pada tugas-tugas yang didelegasikan, seperti juga dengan semua tugas, adalah tugas penting untuk memantau kemajuan dan memberikan umpan balik kepada bawahan sulit untuk mencapai keseimbangan yang opptimal antara control dan pendelegasian, dan pertemuan yang meninjau kemajuan memungkinkan seseorang manajer untuk memantau kemajuan seorang bawahan tanpa harus mengawasi dengan ketat setiap hari. Bawahan tersebut diberikan kebebasan cukup besar untuk menangani masalah-masalah tanpa campur tangan, namun juuga bebas untuk meminta saran dan bantuan bila dibutuhkan. Jika kekuasaan didelegasikan, seorang manajer dan bawahan harus menentukan jenis ukururan kinerja dan indikator kemajuan yang akan dikumpulkan.
·           Usahakan agar bawahan memperoleh informasi yang dibutuhkan
Biasanya amat baik jika semua informasi yang rinci tentang kinerja bawahan diberikan secara langsung kepada bawahan itu, seta mengirimkan informasi singkat yang tidak terperinci kepada manajer dalam interval yang tidak terlalusering. Namundemikian, dalam hal pendelegasian yang berkembang bdengan seorang bawahan yang tidak berpengalaman, informasi yang tepeenci dapat dikumpulkan lebih sering memeriksa kemajuan bawahan tersebut dengan  ketat. Sebagai tambahan terhadap informasi mengenai kerja, bawahan akan membutuhkan berbagai jenis infoermasi yang teknis dan umumuntuk melaksanakan tugas-tugas yang didelegasikan secara efektif. Berilah selalu informasi kepada bawahan  tersebuta tentang perubahan yang mempengaruhi rencana dan jadwal mereka. Jika mungkin, manajer harus mengatur agar informasi teknis dikirimkan langsung kepada bawahan dan membantunya membangun sumber dayanya sendiri mengenai informasi yang penting.
·           Berilah dukungan dan bantuan, namun hindari pendelegasian terbalik.
Seorang manajer harus memberikan dukungan psikologis kepada seorang bawahan yang berkecil hati atau merasa frustasi, dan mendorong seorang tersebut untuk terus maju. Untuk tugas baru yang didelegasikan, mungkin perlu memberikan lebih banyak nasehat dan pelatihan mengenai prosedur untuk melakukaan aspek tertentu pekerjaan tersebut. Namun demikian, penting untuk menghindari pendelegasian terbalik, dimana pengendalian terhadap sebuah pekerjaan yang sebelumnya didelegasikan itu ditugaskan kembali. Jika seorang bawahan meminta pertolongan dalam menghadapi masalah, ia harus diminta untuk mengusulkan pemecahan. Manajer tersebut dapat membantunya untuk menilai apakah pemecahan tersebut masuk akal dan sesuai.
·           Buatlah agar kesalahan itu proses belajar
Penting untuk mengetahui bahwa kesalahan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari bagi tugas didelegasikan. Kesalahan dan kegagalan harus ditangani secara serius namun tanggapannya jangan merupakan suatu kiritik dan menunjukan siapa yang salah. Sebaliknya episode tersebut harus menjadi suatu pelajaran bagi kedua belah pihak pada waktu mereka mendiskusikan alasan bagi kesalahan tersebut dan tunjukanlah cara-cara untuk menghindari kesalahan yang sama dimasa mendatang jika sudah jelas bahwa bawahan tersebut tidak mengetahui cara melakukan beberapa aspek penting dari pekerjaan tersebut maka manajer itu harus memberikan instruksi dan pelatihan tambahan.
PENUTUP
 Kesimpulan
Kepemimpinan partisipatif menyangkut usaha-usaha seorang manajer untuk mendorong dan memudahkan partisipasi orang lain dalam membuat keputusan yang jika tidak demikian maka akan dibuat sendiri dari manajer itu. Partisipasi memiliki banyak bentuk, dimulai dari melakukan revisi keputusan tentatif setelah menerima protes, meminta saran sebelum membuat keputusan, meminta seseorang atau kelompok untuk bersama-sama membuat suatu keputusan yang tergantung pada persetujuan final dari manajer tersebut. Meengikutsertakan orang lain dalam membuat keputusan sering merupakan kebutuhan agar keputusan agar kebutuhan tersebut diterima dan diimplementasikan dalam organisasi. Namun, bahkan bila tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain sebelum membuat keputusan, seorang manajer mungkin masih lebih suka melakukannya agar mendapatkan manfaat dari partisipasi. Potensi manfaat dari partisipasi meliputi kualitas keputusan yang lebih baik dan penerimaan keputusan yang lebih besar oleh orang yang akan menetapkannya atau yang akan terpengaruh olehnya.
Partisipasi tidak mungkin efektif jika partisipan potensial tidak memiliki sasaran yang sama dari pemimpin tersebut, jika mereka tidak ingin menerima tanggung jawab untuk membantu dalam pengambilan keputusan, jika mereka tidak mempercayai pemimpin tersebut, atau jika tekanan waktu dan penyebaran partisipan membuatnya tidak praktis jika melakukan konsultasi dengan orang-orang atau untuk mengadakan pertemuan kelompok. Mungkin tidak akan efektif kecuali jika manajer tersebut memilki ketrampilan yang mencukupi dalam mengelolasss





Rabu, 03 Juni 2015

'' RUMUS KEYBOD''

TUGAS
RUMUS KEYBORD

D
I
S
U
S
U
N
OLEH: HADI SUCIPTO
NIM: 2O13-01-035


SKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QU’AN AL-ITTIFAQIAH
STITQI
INDRALAYA OGAN ILIR SUMATRA SELATAN
TAHUN AKADEMIK
2015-216



Rumus kunc- kunci tombol pd keyboard
Buat belajar  silahkan di pelajari
==============
Ctrl + A : Select All
Ctrl + B : Bold
Ctrl + C : Copy
Ctrl + D : Font
Ctrl + E : Center Alignment
Ctrl + F : Find
Ctrl + G : Go To
Ctrl + H : Replace
Ctrl + I : Italic
Ctrl + J : Justify Alignment
Ctrl + K : Insert Hyperlink
Ctrl + L : Left Alignment
Ctrl + M : Hanging Indent
Ctrl + N : New
Ctrl + O : Open
Ctrl + P : Print
Ctrl + Q : Normal Style
Ctrl + R : Right Alignment
Ctrl + S : Save / Save As
Ctrl + T : Left Indent
Ctrl + U : Underline
Ctrl + V : Paste
Ctrl + W : Close
Ctrl + X : Cut
Ctrl + Y : Redo
Ctrl + Z : Undo
Ctrl + 1 : Single Spacing
Ctrl + 2 : Double Spacing
Ctrl + 5 : 1,5 lines
Ctrl + Esc : Start Menu
F1 : Menjalankan fungsis pertolongan yang disediakan pada Word
F2 : Memindahkan teks atau objek yang dipilih
F3 : Menjalankan perintah AutoText
F4 : Mengulangi perintah sebelumnya
F5 : Menjalankan perintah Find and Replace atau Goto
F6 : Menjalankan Perintah Other Pane
F7 : Memeriksaan kesalahan ketik dan ejaan teks
F8 : Awal perintah penyorotan/pemilihan teks atau objek
F9 : Mengupdate Field (Mail Merge)
F10 : Mengaktifkan Menu
F11 : Memasukkan field berikutnya (Mail Merge)
F12 : Mengaktifkan dialog Save As
Esc : Membatalkan dialog / perintah
Enter : Melaksanakan pilihan atau mengakhiri suatu paragraf
Tab : Memindahkan teks sesuai dengan tanda tab yang ada pada ruler horizontal
Windows : Mengktifkan Menu Start
Shortcut : Mengaktifkan shortcut pada posisi kursor
Delete : Menghapus 1 karakter di sebelah kanan kursor
Backspace : Menghapus 1 karakter di sebelah kiri kursor
Insert : Menyisip karakter di posisi kursor
Home : Memindahkan posisi kurosr ke awal baris
End : Memindahkan posisi kurosr ke akhir baris
Page Up : Menggulung layar ke atas
Page Down : Menggulung layar ke atas
Up : Memindahkan kursor 1 baris ke atas
Down : Memindahkan kursor 1 baris ke bawah
Left : Memindahkan kursor 1 karakter ke kiri
Right : Memindahkan kursor 1 karakter ke kanan
Num Lock On : Fungsi pengetikan angka-angka dan operator matematik aktif
Num Lock Off : Fungsi tombol navigasi aktif
Shift + F10 : Membuka menu pintas, sama seperti mengklik kanan
Alt : Penekanan tombol yang tidak dikombinasikan dengan tombol lain hanya
berfungsi untuk mengaktifkan atau memulai penggunaan menu bar
Shift + Delete : Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item
dalam Recycle Bin
Ctrl + Right Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata berikutnya
Ctrl + Left Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata sebelumnya
Ctrl + Down Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf berikutnya
Ctrl + Up Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf sebelumnya
Alt + F4 : Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif
Alt + Enter : Menampilkan properti dari objek yang dipilih
Alt + Spacebar : Buka menu shortcut untuk jendela aktif
Ctrl + F4 : Close dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda
untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan
Alt + Tab : Switch antara item yang terbuka
Alt + Esc : Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka
Ctrl + Shift + Tab : Bergerak mundur melalui tab
Shift + Tab : Bergerak mundur melalui pilihan
Version 2 Keyboard Komputer
• CTRL + C (Copy)
• CTRL+X (Cut) CTRL + X (Cut)
• CTRL+V (Paste) CTRL + V (Paste)
• CTRL+Z (Undo) CTRL + Z (Undo)
• DELETE (Hapus)
• SHIFT+DELETE (Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item dalam Recycle Bin)
• CTRL sambil menyeret (men-drag) sebuah item (Menyalin item yang dipilih)
• CTRL + SHIFT sambil menyeret item (Buat cara pintas ke item yang dipilih)
• Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
• CTRL + RIGHT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata berikutnya)
• CTRL + LEFT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata sebelumnya)
• CTRL + DOWN ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal paragraf berikutnya)
• CTRL + UP ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal paragraf sebelumnya)
• CTRL + SHIFT dengan salah satu ARROW KEY (Sorot blok teks)
• SHIFT dengan salah satu ARROW KEY (Pilih lebih dari satu item dalam sebuah jendela atau pada desktop, atau pilih teks dalam dokumen)
• CTRL + A (Pilih semua)
• Tombol F3 (Mencari sebuah file atau folder)
• ALT + ENTER (Melihat properti untuk item yang dipilih)
• ALT + F4 (Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif)
• ALT + ENTER (Menampilkan properti dari objek yang dipilih)
• ALT + SPACEBAR (Buka menu shortcut untuk jendela aktif)
• CTRL + F4 (Menutup dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan)
• ALT + TAB (Beralih antara item yang terbuka)
• ALT + ESC (Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka)
• Tombol F6 (Siklus melalui elemen-elemen layar dalam jendela atau pada desktop)
• Tombol F4 (Menampilkan Address bar list di My Computer atau Windows Explorer)
• SHIFT + F10 (Menampilkan menu shortcut untuk item yang dipilih)
• ALT + SPACEBAR (Tampilan menu Sistem untuk jendela aktif)
• CTRL + ESC (Menampilkan menu Start)
• ALT + huruf digarisbawahi dalam nama menu (Menampilkan menu yang sesuai)
• Surat digarisbawahi dalam nama perintah pada menu yang terbuka (Lakukan perintah yang sesuai)
• Tombol F10 (Aktifkan menu bar dalam program aktif)
• ARROW (Buka menu berikutnya ke kanan, atau membuka submenu)
• LEFT ARROW (Buka menu sebelah kiri, atau menutup submenu)
• Tombol F5 (Memperbarui jendela aktif atau merefresh)
• BACKSPACE (Melihat folder satu level ke atas di My Computer atau Windows Explorer)
• ESC (Membatalkan tugas sekarang)
• SHIFT ketika Anda memasukkan CD-ROM ke dalam CD-ROM (Mencegah CD-ROM secara otomatis bermain/autoplay)
Keyboard Shortcuts Dialog Box
• CTRL + TAB (Move forward melalui tab)
• CTRL + SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui tab)
• TAB (Move forward melalui pilihan)
• SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui pilihan)
• ALT + huruf yang digarisbawahi (Lakukan perintah yang sesuai atau pilih opsi yang sesuai)
• ENTER (Lakukan perintah untuk opsi atau tombol aktif)
• SPACEBAR (Pilih atau menghapus kotak centang jika pilihan yang aktif adalah check box)
• Arrow tombols Panah (Pilih sebuah tombol jika pilihan aktif adalah group tombol pilihan)
• Tombol F1 (Menampilkan Help)
• Tombol F4 (Menampilkan item dalam daftar aktif)
• BACKSPACE (Membuka folder satu tingkat ke atas jika folder dipilih dalam Simpan Sebagai atau Buka kotak dialog)
Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts
• Windows Logo (Menampilkan atau menyembunyikan menu Start)
• Logo Windows + BREAK (Menampilkan System Properties dialog box)
• Logo Windows + D (Menampilkan the desktop)
• Logo Windows + M (Meminimalkan semua jendela)
• Logo Windows + SHIFT + M (Memulihkan jendela yang diminimalkan)
• Logo Windows + E (Membuka My Computer)
• Logo Windows + F (Mencari for a file atau folder)
• CTRL + Windows Logo + F (Mencari for komputer)
• Logo Windows + F1 (Menampilkan Windows Help)
• Logo Windows + L (Mengunci keyboard)
• Logo Windows + R (Membuka kotak dialog Run)
• Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)
Accessibility Tombolboard Shortcuts
• Right SHIFT selama delapan detik (Beralih FilterTombols on atau off)
• LEFT ALT + LEFT SHIFT + PRINT SCREEN (Beralih High Contrast on atau off)
• LEFT ALT + LEFT SHIFT + NUM LOCK (Mengaktifkan MouseTombols on atau off)
• SHIFT lima kali (Mengaktifkan StickyTombols on atau off)
• NUM LOCK selama lima detik (Mengaktifkan ToggleTombols on atau off)
• Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)
Windows Explorer Tombolboard Shortcuts Windows Explorer Tombolboard Shortcuts
• END (Menampilkan bagian bawah jendela aktif)
• HOME (Menampilkan bagian atas jendela aktif)
• NUM LOCK + Asterisk sign (*) (Tampilkan semua subfolder yang berada di bawah folder yang dipilih)
• NUM LOCK + Plus sign (+) (Menampilkan isi dari folder yang dipilih)
• NUM LOCK + Minus sign (-) (Collapse folder yang dipilih)
• LEFT ARROW (Collapse pilihan saat ini jika diperluas, atau pilih folder utama)
• RIGHT ARROW (Menampilkan pilihan saat ini, atau pilih subfolder pertama)
Shortcut Tombols for Character Map Tombol pintas untuk Peta Karakter
• Setelah Anda klik dua kali pada grid karakter karakter, Anda dapat bergerak melalui grid dengan menggunakan cara pintas tombolboard:
• RIGHT ARROW (Pindah ke kanan atau ke awal baris berikutnya)
• LEFT ARROW (Pindah ke kiri atau ke akhir baris sebelumnya)
• UP ARROW (Pindah ke atas satu baris)
• DOWN ARROW (Pindah ke bawah satu baris)
• PAGE UP (Pindah ke atas satu layar pada satu waktu)
• DOWN (Pindah ke bawah satu layar pada satu waktu)
• HOME (Pindah ke awal baris)
• END (Pindah ke akhir baris)
• CTRL + HOME (Pindah ke karakter pertama)
• CTRL + END (Pindah ke karakter terakhir)
• SPACEBAR (Beralih antara yang lebih besar dan Normal ketika seorang karakter yang dipilih)
Microsoft Management Console (MMC) Main Window Tombolboard Shortcuts
• CTRL + O (Open yang disimpan konsol)
• CTRL + N (Buka konsol baru)
• CTRL + S (Save the open console)
• CTRL + M (Menambah atau menghapus item konsol)
• CTRL + W (Buka jendela baru)
• F5 tombol (Update konten dari semua jendela konsol)
• ALT + SPACEBAR (Menampilkan menu jendela MMC)
• ALT + F4 (Close the console)
• ALT + A (Menampilkan the Action menu)
• ALT + V (Menampilkan the View menu)
• ALT + F (Menampilkan the File menu)
• ALT + O (Menampilkan the Favorites menu)
Konsol MMC Window Tombolboard Shortcuts
• CTRL + P (Mencetak halaman aktif atau aktif pane)
• ALT + tanda Minus (-) (Menampilkan menu jendela jendela konsol yang aktif)
• SHIFT + F10 (Menampilkan the Action menu shortcut untuk item yang dipilih)
• Tombol F1 (Membuka topik Bantuan, jika ada, untuk item yang dipilih)
• Tombol F5 (Update konten dari semua jendela konsol)
• CTRL + F10 (Memaksimalkan jendela konsol yang aktif)
• CTRL + F5 (Memulihkan jendela konsol yang aktif)
• ALT + ENTER (Menampilkan kotak dialog Properties, jika ada, untuk item yang dipilih)
• Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
• CTRL + F4 (Close jendela konsol yang aktif. Ketika sebuah konsol hanya memiliki satu jendela konsol, jalan pintas ini akan menutup konsol)
Remote Desktop Connection Navigation
• CTRL+ALT+END (Open the m*cro$oft Windows NT Security dialog box
• ALT + PAGE UP (Beralih antara program dari kiri ke kanan)
• ALT + PAGE DOWN (Beralih antara program dari kanan ke kiri)
• ALT + INSERT (Cycle melalui program-program yang terakhir digunakan)
• ALT + HOME (Menampilkan menu Start)
• CTRL + ALT + BREAK (Beralih komputer klien antara jendela dan layar penuh)
• ALT+DELETE (Menampilkan the Windows menu) ALT + DELETE (Menampilkan the Windows menu)
• CTRL + ALT + Minus sign (-) (Membuat snapshot dari jendela aktif klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
• CTRL + ALT + Plus sign (+) (Membuat snapshot dari seluruh area jendela klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan ALT + PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
Internet Explorer navigation Internet Explorer navigasi
• CTRL + B (Membuka kotak dialog Atur Favorit)
• CTRL + E (Open the Mencari bar)
• CTRL + F (Start the Find utility)
• CTRL + H (Open the History bar)
• CTRL + I (Open the Favorites bar)
• CTRL + L (Buka kotak dialog Open)
• CTRL + N (Start contoh lain dari browser dengan alamat Web yang sama)
• CTRL + O (Membuka kotak dialog Buka, sama seperti CTRL + L)
• CTRL + P (Membuka kotak dialog Print)
• CTRL + R (Memperbarui halaman Web ini)
• CTRL + W (Close jendela aktif)
Top of Form

Rabu, 06 Mei 2015

Rumus Statistik

Rumus statistik
D
I
S
U
S
U
N
Oleh: Hadi sucipto
Nim: 2013-05-035
Sekolah tinggi ilmu tarbiyah al-qur’an al- ittifqiyah ( STITTQI )
Indralaya ogan ilir suatra selatan
Tahun akademik 2015-2016

Rumus Statistik

1.    Average (untuk mencari nilai rata-rata)
            Rumus =Average(A1:A8)
2.    Averagea (rata-rata yang salah satu cell terdapat teks)
            Rumus =Averagea(A1:A8)
3.    Averageif (rata-rata yang khusus pada kriteria tertentu)
            Rumus =Averageif(A1:A8;70)
4.    AVENDEV (rata-rata dengan devisasi absolut)
            Rumus =AVENDEV(A1:A8)
5.    Count (menghitung cell yang terdapat numerik)
            Rumus =Count(A1:A8) cell diblok semua
6.    Counta (menghitung jumlah cell yang terdapat angka numerik atau teks)
            Rumus =Counta(A1:A8) cell diblok semua
7.    Countblank (menghitung jumlah cell yang kosong)
            Rumus =Countblank(A1:A9)
8.    Countif (menghitung cell yang terdapat teks dengan kriteria tertentu)
            Rumus =Countif(A1:A8;”teks”)
9.    MAX (mencari nilai tertinggi)
            Rumus =MAX(A1:A8)
10.  MIN (mencari nilai terendah)
            Rumus =MIN(A1:A8)
11.  Large (mencari nilai tertinggi dengan kriteria tertentu)
            Rumus =Large(A1:A8;2) angka 2 menunjukkan urutan kedua
12.  Small (mencari nilai terendah dengan kriteria tertentu)
            Rumus =Small(A1:A8;2) angka 2 menunjukkan urutan kedua
13.  MAXA (mencari angka tertinggi baik data numerik atau teks)
            Rumus =(MAXA(A1:A8)
14.  Median (mencari nilai tengah)
            Rumus =Median(A1:A8)
15.  Mode/Modus (mencari nilai yang sering muncul)
            Rumus =Mode(A1:A8)

 TUGAS
Add caption