TUGA
APLIKASI
TEKNOLOGI DALAM PENINGKATAN MUTU
PENDIDIKAN
D
I
S
U
S
U
NAMA: HADI
SUCIPTO
NIM:
2013-01-035
SEKOLAH
TINGGI TARBIYAH ILMU ALQUR’AN AL-ITTIFAQIAH
( STITTQI
)
INDRALAYA
OGAN ILIR SUMATERA
TAHUN AKADEMIK
2014-2015
Pendahuluan
Pendidikan di Indonesia saat
ini sudah berkembang dengan cepat, terus mengikuti perkembangan global. Hal ini
terjadi karena kebutuhan mengenai pendidikan itu sendiri sudah dirasakan oleh
masyarakat secara umum. Perkembangan pendidikan menuntut ilmu pengetahuan dan
teknologi juga berkembang. Oleh karenanya, peran teknologi dalam peningkatan
pengetahuan di masyarakat merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi.
Teknologi pendidikan merupakan
jawaban dan solusi yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tentang
penerapan pendidikan yang baik. Teknologi pendidikan dirancang untuk membuat
masyarakat mampu menerapkan dan mengajarkan nilai-nilai pendidikan dalam setiap
kesempatan. Saat ini, semua orang dituntut untuk dapat memberikan pembelajaran
kepada orang lain, meskipun dalam pendidikan formal yang mengajar tetaplah guru
yang berkompetensi di masing-masing bidang ilmu. Salah satu bentuk aplikasi
dari teknologi pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan ialah dengan terciptanya
berbagai macam strategi belajar yang aktif dan kreatif, metode pembelajaran
serta model-model pembelajaran yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran di
pendidikan formal maupun nonformal.
Teknologi pendidikan diharapkan
dapat memberikan kontribusi yang baik pada pendidikan di Indonesia khususnya,
karena dengan penerapan teknologi pendidikan secara tepat maka diharapkan dapat
meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan itu sendiri. Peningkatan mutu atau
kualitas pendidikan tersebut dapat diukur melalui indikator keberhasilan
pendidikan, salah satu indikator tersebut adalah kualitas lulusan yang dapat
bersaing di era globalisasi sesuai dengan bidang ilmu yang dikuasainya.
Oleh karena itu, dalam penulisan
makalah ini yang menjadi tujuan utama adalah untuk mengetahui berbagai macam
aplikasi teknologi pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia
khususnya.
Penulisan
makalah ini secara umum akan menjelaskan definisi teknologi pendidikan, mutu
pendidikan, dan aplikasi teknologi pendidikan dalam peningkatan mutu
pendidikan.
Definisi
Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan berbeda dengan
teknologi yang digunakan dalam proses pembelajaran, meskipun pendidikan
diidentikan dengan pembelajaran yang berlangsung dalam pendidikan formal. Oleh
karenanya terlebih dahulu harus dipahami konsep dasar dari teknologi pendidikan
itu sendiri.
Association
for Educational Communications and Technology (AECT) “educational technology is
a complex, integrated process, involving people, procedures, ideas, device and
organization, for analyzing problem and devising, implementing, evaluating and
managing solutions to those problems, involves in all aspect of human
learning”.
AECT
mendefinisikan bahwa teknologi pendidikan adalah sesuatu yang kompleks, sebuah
proses yang terintegrasi, yang melibatkan orang, prosedur, ide, alat dan
organisasi, untuk menganalisis masalah, merancang, melaksanakan, menilai dan
mengelola solusi untuk masalah tersebut, melibatkan semua aspek belajar manusia.
Oleh karena itu teknologi pendidikan diartikan sebagai solusi untuk berbagai
macam permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan secara global.
Ahli lain
yang berpendapat tentang teknologi pendidikan adalah Januszewski dan Molenda.
berpendapat bahwa “educational technology is the study and ethical practice of
facilitating learning and improving performance by creating, using, and
managing appropriate technological processes and resources”.
Definisi
tersebut memiliki makna bawa teknologi pendidikan merupakan studi dan praktek
etis yang memfasilitasi pembelajaran untuk meningkatkan kinerja dengan cara
menciptakan, dan mengelola proses
teknologi dan sumber daya yang tepat guna.
Konsep
pendidikan sendiri mempunyai arti yang luas. Ia merupakan keseluruhan proses
seseorang mengembangkan kemampuan, sikap dan berbagai bentuk perilaku lain yang
mempunyai nilai positif terhadap lingkungan tempat hidupnya. Apabila proses itu
sengaja dikelola agar dapat terbentuk perilaku tertentu dalam kondisi tertentu
maka proses itu disebut pembelajaran/instruksional.
Definisi
Mutu Pendidikan
Kamus
Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan
mutu sebagai ukuran baik buruk suatu benda; kadar; taraf atau derajat
(kepandaian, kecerdasan, dan sebagainya); kualitas: meningkatkan-pendidikan.
Oleh karenanya dalam konteks ini mutu diartikan sebagai ukuran kualitas
pendidikan yang dapat dilihat dari aspek input, proses, output bahkan outcome
dari pendidikan itu sendiri.
Pemahaman
masyarakat secara umum menyatakan bahwa mutu mengandung makna derajat
keunggulan suatu produk atau hasil kerja, berupa barang maupun jasa. Di sisi
lain mutu merupakan gambaran karekteristik
menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam
dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau yang tersirat. Secara teoritis,
ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami arti mutu. Pertama, mutu
mencerminkan suatu karekteristik yang dimiliki. Kedua yang disebut pendekatan
matafisik (metaphysical belief), mutu dipandang sebagai sesuatu yang bisa diukur.
Pada
konteks pendidikan, pengertian mutu mencakup pada masukan (input) proses,
luaran (output) dan dampaknya.
1. Mutu
masukan (input), dampak dilihat dari beberapa sisi, yaitu:
a) dari kondisi baik atau tidaknya masukan
sumber daya manusia, seperti kepala sekolah, guru, laboran, staf tata usaha dan
siswa;
b) Memenuhi atau tidaknya kriteria masukan
berupa alat peraga, buku-buku, kurikulum, prasarana sekolah, dan lain-lain;
c) Memenuhi atau tidaknya kriteria
input yang berupa perangkat lunak,
seperti peraturan perundang-undangan, struktur organisasi sekolah, deskripsi
kerja/tugas, rencana, dan program.
d) Input yang bersifat harapan dan kebutuhan,
seperti visi misi, motivasi, ketekunan dan cita-cita, sasaran-sasaran yang
ingin dicapai oleh sekolah.
Pada sisi
kesiapan input sangat diperlukan agar proses dapat berlangsung dengan baik.
Oleh karena itu, kesiapan input merupakan tolak ukur dari mutu input yang akan
diproses dalam pendidikan.
Mutu
proses pendidikan
Process is
denoted here as a series of actions, procedures, or functions leading to a
result.
A process
typically yields one of two kinds of results:
(a) a
product or
(b) another process (Januszewski dan Molenda,.
Definisi
tersebut menyatakan bahwa proses
dilambangkan sebagai serangkaian tindakan atau prosedur atau fungsi yang
mengarah kepada satu hasil yang ingin dicapai. Sebuah proses biasanya
menghasilkan salah satu dari jenis hasil, yaitu sebuah produk atau proses
lainnya sebagai lanjutan dari proses utama.
Proses
yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan, proses pengelolaan
kelembagaan, proses pengelolaan program, proses belajar mengajar, proses
monitoring dan evaluasi, dengan catatan bahwa proses belajar mengajar memiliki
tingkat kepentingan tertinggi dibandingkan dengan proses-proses lainnya.
Pada
konsep mutu pendidikan dilihat dari aspek prosesnya maka mengandung makna bahwa
kemampuan sumber daya sekolah mentransformasikan multi jenis masukan dan
situasi untuk mencapai derajat nilai tambah tertentu bagi peserta didik.
Beberapa hal yang diharapkan memiliki nilai tambah tersebut adalah: derajat
kesehatan, keamanan, kedisiplinan, keakraban, saling menghormati, dan kepuasan.
Proses
dapat dikatakan memiliki mutu yang baik apabila koordinasi dan keserasian serta
pemaduan input dilakukan dengan baik sehingga mampu menciptakan situasi belajar
yang menyenangkan (enjoyable learning), mampu mendorong motivasi dan minat
belajar, dan mampu memberdayakan peserta didik.
Output pendidikan merupakan kinerja sekolah
Output
didefinisikan sebagai final product; the things produced; the quantity of
something (as a commodity) that is created berdasarkan definisi yang diberikan
oleh tim artikata.com bahwa output adalah produk akhir atau produk yang
dihasilkan, kuantitas sesuatu yang dibuat dalam periode waktu tertentu. Lebih
jelas maksud dari pengertian tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Berdasarkan
definisi dan gambar mengenai output maka dalam pendidikan kinerja sekolah
merupakan salah satu bentuk output yang dapat diukur. Hal yang dapat diukur
tersebut berupa prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/prilaku sekolah.
Kinerja sekolah dapat diukur mutunya, efektivitasnya, produktivitasnya,
efisiensinya, inovasinya, mutu kehidupan kerjanya, dan moral kerjanya. Proses
pendidikan dapat dikategorikan bermutu jika memiliki kriteria yang telah
ditetapkan, diantaranya:
a) Prestasi akademik seperti nilai ulangan
umum, EBTA, EBTANAS, karya ilmiah, lomba akademik;
b) Prestasi non akademik, misal: Iman dan
taqwa, kejujuran, kesopanan, olahraga , keseniaan, keterampilan, kejuruan dan kegiatan
ekstrakurikuler lainnya.
Dari
uraian masing-masing komponen dalam pendidikan tersebut maka dapatlah dipahami
untuk menilai sekolah yang memiliki standar mutu yang baik tidaklah instan dan
mudah sebab dibutuhkan keterlibatan masing-masing unsur tersebut mulai dari
input, proses dan ouput, proses yang sinergis antar berbagai elemen, wujud
kerjasama sekolah yang baik ditunjukkan oleh hubungan antar warga sekolah yang
erat, hubungan sekolah dan masyarakat erat, dan adanya kesadaran bersama bahwa
input, proses dan ouput sekolah merupakan hasil kolektif teamwork yang kuat dan
cerdas. Semua unsur tersebut harus berjalan seirama dan saling mendukung antara
unsur yang satu dengan yang lainnya untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Faktor-Faktor
Masalah Mutu Pendidikan di Indonesia
Berdasarkan
pengamatan yang telah dilakukan maka Rivai menerangkan sedikitnya ada tiga
faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara
merata:
a) Kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan
nasional menggunakan pendekatan education function atau input-ouput analysis
yang tidak dilaksanakan secara konsekuen.
Pendekatan
ini melihat bahwa lembaga pendidikan berfungsi sebagai pusat produksi yang apabila
semua input (masukan yang diperlukan dalam kegiatan produksi tersebut sudah
terpenuhi maka lembaga ini akan menghasilkan output yang dikehendaki,
pendekatan ini menganggap bahwa apabila input seperti pelatihan guru pengadaan
buku dan alat pelajaran dan perbaikan sarana serta prasarana pendidikan lainnya
dipenuhi, mutu pendidikan (output) secara otomatis akan terjadi. Dalam
kenyataannya, mutu pendidikan yang diharapkan tidak akan terjadi. Karena selama
ini dalam menerapkan pendekatan educational production function terlalu
memusatkan pada input pendidikan dan kurang memperhatikan pada proses
pendidikan. Padahal, proses pendidikan sangat menentukan ouput pendidikan.
b) Penyelenggaraan pendidikan nasional
dilakukan secara birokrat sentralistik sehingga menempatkan sekolah sebagai
penyelenggaraan pendidikan sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang
mempunyai jalur yang sangat panjang dan kadang-kadang kebijakan yang
dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi sekolah setempat.
Sekolah
lebih merupakan subordinati birokrasi di atasnya sehingga mereka kehilangan
kemandirian, keluwesan, motivasi, kreativitas/inisiatif untuk mengembangkan dan
memajukan lembaganya termasuk peningkatan mutu pendidikan sebagai salah satu
tujuan pendidikan nasional.
c) Peran serta warga sekolah khususnya guru
dan peran serta masyarakat khususnya orang tua murid dalam penyelenggaraan
pendidikan selama ini sangat minim.
Partisipasi
guru dalam pengambilan keputusan sering diabaikan, padahal terjadi atau
tidaknya perubahan di sekolah tergantung pada guru.
Pada
instansi pendidikan formal yaitu sekolah diharapkan tetap mengharapkan
partisipasi masyarakat, karena selama ini masyarakat hanya berpartisipasi
terbatas pada dukungan dana, sedang dukungan-dukungan lain seperti pemikiran,
moral dan barang/jasa kurang diperhatikan. Akuntabilitas sekolah terhadap
masyarakat juga lemah. Sekolah tidak mempunyai beban untuk
mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan pendidikan kepada masyarakat,
khususnya orang tua murid, sebagai salah satu unsur utama yang berkepentingan
dengan pendidikan (stake holder).
Aplikasi
Teknologi Pendidikan
Apabila
konsep atau pengertian teknologi pendidkan kita analisis, kita akan memperoleh
pedoman umum aplikasi sebagai berikut:
a) Memadukan berbagai macam pendekatan dari
bidang psikologi, komunikasi, manajemen, rekayasa, dan lain-lain secara
bersistem.
b) Memecahkan masalah belajar pada manusia
secara menyeluruh dan serempak, dengan memerhatikan dan mengkaji semua kondisi
dan saling kaitan di anataranya.
c) Digunakan teknologi sebagai proses dan
produk untuk membantu memecahkan masalah belajar.
d) Timbulnya daya lipat atau efek sinergi, di
mana penggabungan pendekatan dan atau unsur-unsur mempunyai nilai lebih dari
sekedar penjumlahan. Demikian pula pemecahan secara menyeluruh dan serempak
akan mempunyai nilai lebih dari pada memecahkan masalah secara terpisah.s
Adapun
bentuk yang sudah jelas merupakan aplikasi dari teknologi pendidikan untuk
peningkatan mutu pendidikan di Indonesia khususnya adalah sebagai beriut:
1. Terciptanya Manajemen berbasis sekolah
(MBS) merupakan produk yang dihasilkan oleh pengembangan pengetahuan, hal
tersebut merupakan bagian dari tujuan teknologi pendidikan yaitu
mengintegrasikan suatu sistem pendidikan sehingga tercapai pendidikan yang
berkualitas.
2. Adanya sistem pendidikan terbuka, konsep
ini dilakukan karena terdapat beberapa alasan yang menjadi faktor pendukung,
salah satu alasan tersebut adalah tingginya kebutuhan akan pengetahuan namun
terbatasnya waktu pembelajaran sehingga terbentuklah sistem pendidikan terbuka,
seperti SMP Terbuka, SMA terbuka, dan Universitas terbuka.
3. Terciptanya sistem pendidikan jarak jauh.
Sistem pendidikan jarak jauh dimaksudkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk
mendapatkan pendidikan dari manapun, siapapun dan kapanpun. Sehingga konsep
pendidikan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi pun dilaksanakan dengan
harapan bahwa pelaksanaan pendidikan tidak mesti antara pendidik dan peserta
didik harus bertatap muka secara langsung dalam ruang kelas.
4. Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif
dan menyenangkan (PAKEM). Konsep PAKEM merupakan sebuah terobosan dalam dunia
pendidikan di Indonesia, hal ini pun merupakan aplikasi produk yang dihasilkan
oleh teknologi pendidikan.
5. Pembelajaran inovatif. Dimaksudkan bahwa
pelaksanaan pembelajaran selalu berinovasi disesuaikan dengan kebutuhan dan
kemajuan teknologi, sehingga tidak ada lagi istilah bahwa pembelajaran hanya
terpusat pada guru sebagai pendidik, namun setiap orang wajib memiliki
pendapatnya sendiri mengenai materi pelajaran yang sedang dipelajari.
6. Sumber belajar, dengan adanya teknologi
pendidikan sumber belajar semakin variatif, tidak hanya sekedar dari buku
sekolah, guru, dan terpaku pada sumber belajar yang telah ditetapkan.
7. Partisipasi masyarakat, penerapan
teknologi pendidikan membuat masyarakat menjadi paham akan pentingnya peran
mereka dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Tiga macam
teknologi pendidikan Macam-macam Teknologi Pendidikan
Dalam
inovasi pendidikan tidak bisa lepas dengan masalah revolusi metode,
kurikulum
yang inovatif, teknologi serta SDM yang kritis untuk bisa menghasilkan
daya cipta
dan hasil sekolah sebagai bentuk perubahan pendidikan. Sekolah harus
mempunyai
orientasi bisnis pelanggan yang memiliki daya saing global. Untuk itu ada
lima
teknologi baru yang dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik.
Lima macam Teknologi
–
Teknologi yang pertama : Sistem berpikir
Sistem
berpikir menjadikan kita untuk lebih hati-hati dengan munculnya tiap mode
di dunia
pendidikan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya perubahan yang tidak
kita
inginkan. Tanpa sistem berpikir kita akan sulit untuk mengadakan
peningkatan
riil di bidang pendidikan. Jadi sistem berpikir menghadirkan konsep
sistem
yang umum, dimana berbagai hal saling terkait.
–
Teknologi yang kedua: Desain sistem
Desain
sistem adalah teknologi merancang dan membangun sistem yang baru.
Perubahan
yang dimaksud adalah perubahan yang cepat yang meningkatkan
harapan.
Desain sistem memberi kita peralatan untuk menciptakan suatu sistem
yang baru
dan suatu strategi untuk perubahan.
–
Teknologi yang ketiga: Kualitas pengetahuan
Mutu atau
kualitas pengetahuan merupakan teknologi yang memproduksi suatu
produk
atau jasa/ layanan yang sesuai harapan dan pelanggan. Ilmu pengetahuan
yang
berkualitas telah menjadi alat yang sangat berharga dalam inovasi
pendidikan/
sekolah.
–
Teknologi yang keempat : Manajemen Perubahan
Manajemen
perubahan adalah suatu cara untuk memandu energi kreatif ke arah
perubahan
positif. Dapat juga diartikan sistem pemikiran yang berlaku untuk
aspek
manajemen inovasi tentunya dengan berorientasi pada POAC (Perencanaan,
Organisasi,
Aktualisasi dan Kontrol).
–
Teknologi yang kelima : Teknologi pembelajaran
Disini ada
dua bagian yaitu peralatan Pelajar elektronik (Komputer, multimedia,
Internet,
telekomunikasi), dan pembelajaran yang didesain, metode dan
strateginya
diperlukan untuk membuat peralatan elektronik yang efektif. Pelajaran
elektronik
ini mengubah cara mengkomunikasikan belajar. Jadi teknologi
pembelajaran
adalah sistem pemikiran yang berlaku untuk instruksi dan belajar.
Kelima
teknologi tersebut merupakan suatu keterpaduan untuk menuju inovasi
pendidikan
sehingga dalam memecahkan masalah pendidikan perlu kombinasi
peralatan/
alat elektronik, orang-orang, proses, manajemen, intelektual, untuk
perubahan
yang efektif.
Macam-macam
teknologi pendidikan menurut Davies (1972) ada tiga yaitu:
– Teknologi
pendidikan satu
Teknologi
pendidikan satu yaitu mengarah pada perangkat keras seperti
proyektor,
laboratorium, komputer (CD ROM, LCD, TV, Video dan alat elektronik
lainnya).
Teknologi mekanik ini dapat mengotomatiskan proses belajar mengajar
dengan
alat yang memancarkan , memperkuat suara, mendistribusikan, merekam
dan
mereproduksi stimuli material yang menjangkau pendengar/ siswa dalam
jumlah
yang besar. Jadi teknologi satu ini efektif dan efisien.
– Teknologi
pendidikan dua
Teknologi
pendidikan dua mengacu pada ”perangkat lunak” yaitu menekankan
pentingnya
bantuan kepada pengajaran. Terutama sekali dalam kurikulum, dalam
pengembangan
instruksional, metodologi pengajaran, dan evaluasi. Jadi teknologi
dua,
menyediakan keperluan bagaimana merancang yang baru atau
memperbarui
yang sekarang, bermanfaat pada pengalaman belajar Mesin dan
mekanisme
dipandang sebagai instrumen presentasi atau transmisi.
–
Teknologi pendidikan tiga
Teknologi
pendidikan tiga, yaitu kombinasi pendekatan dua teknologi yaitu
“peragkat
keras“ dan perangkat lunak”. Teknologi pendidikan tiga, orientasi
utamanya
yaitu ke arah pendekatan sistem, dan sebagai alat meningkatkan
manfaat
dari apa yang ada di sekitar. Teknologi pendidikan tiga dapat dikatakan
sebagai
pendekatan pemecahan masalah, titik beratnya dalam orientasi
diagnostik
yang menarik. Dari ketiga macam tekonologi di atas dapat dikatakan
bahwa
teknologi pendidikan dalam konteks sebenarnya adalah tidak hanya
mengacu
pada perangkat keras saja seperti yang umum dijadikan sebagai
persepsi
yang benar, namum juga meliputi perangkat lunak dan perpaduan
keduanya
perangkat keras dan lunak.
Manfaat teknologi pendidikan
·
Teknologi Pendidikan sebagai peralatan untuk mendukung konstruksi
pengetahuan:
Untuk mewakili gagasan pelajar pemahaman dan
kepercayaan
Untuk organisir produksi, multi media sebagai
dasar pengetahuan pelajar.
·
Teknologi pendidikan sebagai sarana informasi untuk menyelidiki pengetahuan
yang
mendukung pelajar :
Untuk mengakses informasi yang diperlukan.
Untuk perbandingan perspektif, kepercayaan dan
pandangan dunia.
·
Teknologi pendidikan sebagai media sosial untuk mendukung pelajaran dengan
berbicara.
Untuk berkolaborasi dengan orang lain.
Untuk mendiskusikan, berpendapat dan membangun
konsensus antara
anggota
sosial.
·
Teknologi pendidikan sebagai mitra intelektual untuk mendukung pelajar
Untuk membantu pelajar mengartikulasikan dan
memprentasikan apa yang
mereka
ketahui.
·
Teknologi pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan/sekolah.
·
Tekonologi pendidikan dapat meningkatkan fektifitas dan efisiensi proses
belajar
mengajar.
·
Teknologi pendidikan dapat mempermudah mencapai tujuan pendidikan.
2.
Kekurangannya
· Pihak
guru yang tidak bisa mengoperasikan/menguasai elektronika akan
tertinggalkan
oleh siswa.
·
Teknologi pendidikan memerlukan SDM yang berkualitas untuk bisa
mempercepat
inovasi sekolah, sedangkan realita masih kurang.
·
Teknologi pendidikan baik itu hardware maupun soffware membutuhkan biaya
yang
mahal.
·
Keterbatasan sarana prasarana sekolah akan menghambat inovasi pendidikan.
·
Penggunaan teknologi pendidikan dalam bentuk Hardware memerlukan kontrol
yang
tinggi dari guru atau orang tua terutama internet dan software.
· Siswa
yang tidak mempunyai motivasi yang tinggi cenderung gagal.
D.
Hubungan Teknologi Pendidikan dan Innovative School
Inovasi
pendidikan merupakan hal yang perlu dilakukan oleh tiap sekolah jika
sekolah
ingin maju. Perubahan sekolah bukan hanya dilihat dengan adanya
seperangkat
alat elektronika yang canggih di sekolah, namun banyak aspek yang
menjadi
indikator. Innovative school artinya perubahan sekolah atau perubahan
pendidikan.
Ciri-ciri
inovasi pendidikan dapat dikenal dengan beberapa identifikasi, namun
menurut
ashby 1967 ada empat :
– Ketika
masyarakat /orang tua mulai sibuk dengan peran keluar sehingga tugas
pendidikan
anak sebagian digeser dari orang tua pindah ke guru atau dari rumah ke
sekolah.
– Terjadi
adopsi kata yang ditulis ke instruksi lisan
– Adanya
penemuan alat untuk keperluan percetakan yang mengakibatkan
ketersediaan
buku lebih luas.
– Adanya
alat elektronika yang bermacam-macam radio, telepon, TV, computer, LCD
proyektor,
perekan internet, LAN, dsb ).
Keempat
perubahan di atas di dunia pendididkan telah menimbulkan banyak
masalah,
dan untuk itulah kelima teknologi yang dibahas pada point sebelumnya
sangat
membantu untuk solusi pemecahan.
Perubahan
pendidikan/sekolah yang dinginkan sekolah sesuai visi dan misinya
tentunya
sangat tergantung pada lima teknologi tersebut yaitu sistem berfikir, sistem
desain,
ilmu pengetahuan yang berkualitas, manajemen. Sekarang sekolah negeri
maupun
swasta mulai berusaha keras untuk mengatur kembali sistem pendidikan
mereka.
Banyak program sekolah yang ditawarkan pada masyarakat baik itu jurusan
maupun
status sekolah yaitu SSN, unggul, model, internasional, akselerasi dan
sarana
prasarananya.
Yang jelas
perubahan sekolah untuk menghadapi dunia global harus disiapkan
dari unsur
SDM yang berkualitas sehingga mampu berfikir membuat desein
pendidikan,
punya kiat manajemen yang baik dan tidak gagap terhadap pendidikan.
Jadi dapat
dikatakan bahwa antara inovasi pendidikan dengan teknologi
pendidikan
merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Inovasi
merupakan
okbyek dan teknologi pendidikan merupakan subyeknya.
– Dalam inovasi
pendidikan butuh SDM dan peralatan yang menunjang inovasi
pendidikan,
sebaliknya SDM dan alat tidak akan berfungsi tanpa digunakan untuk
sasaran/tujuan
yang pasti dan bermanfaat dimasa datang.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah
diuraikan mengenai aplikasi teknologi pendidikan dalam peningkatan mutu
pendidikan maka dapat disimpulkan bahwa teknologi pendidikan merupakan sebuah
sistem yang terintegrasi dan tidak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya,
karena jika salah satu subsistem tidak berjalan dengan baik maka akan
mengganggu sistem secara keseluruhan.
Mutu atau kualitas pendidikan
sangat dipengaruhi oleh sistem pendidikan itu sendiri, dan perlu diperhatikan
bahwa kualitas pendidikan tidak hanya dihasilkan dari input yang baik melainkan
input yang baik tersebut harus dikelola atau diproses dengan baik pula sehingga
output yang dihasilkan memiliki mutu yang baik.
Wujud nyata dari teknologi
pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan sudah cukup banyak, salah satu
yang telah dilakukan ialah manajemen berbasis sekolah, terciptanya strategi,
metode dan model pembelajaran yang beragam sehingga meningkatkan kreatifitas
peserta didik untuk terus melakukan yang terbaik dalam proses pembelajaran.
Daftar
Pustaka
Meilina.
(2012). Aplikasi Teknologi Pendidikan Dalam Peningkatkan Mutu Pendidikan:
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
HTTP://MEILINA-JASMINE.BLOGSPOT.COM/2012/01/TEKNOLOGI-PENDIDIKAN_10.HTML
diunduh pada tanggal 11 Nopember 2013.
Januszewski
dan Molenda. (2008). Educational Technology. Francis: Lawrence Erlbaum
Associates.
Rivai,
Veithzal. (2008). Education Management: Analisis Teori dan Praktek. Jakarta:
Grafindo Persada.
Tim
penyusun. (2013). Definisi mutu. http://kbbi.web.id/ diunduh pada tanggal 11
Nopember 2013.
Tim
penyusun. (2013). Definisi teknologi pendidikan.
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_pendidikan diunduh pada tanggal 11
Nopember 2013
Tim
penyusun. (2013). Definisi output. http://artikata.com/arti-130431-output.html
diunduh pada tanggal 11 Nopember 2013.
Miarso,
Yusufhadi, (2011). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta:
Pustekkom-DIKNAS.
://artikata.com/arti-130431-output.html
C:\Users\user\Documents\visual.php.gif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar