Kamis, 30 April 2015

TUGA
APLIKASI TEKNOLOGI  DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

D
I
S
U
S
U
NAMA: HADI SUCIPTO
NIM: 2013-01-035

SEKOLAH TINGGI TARBIYAH ILMU ALQUR’AN AL-ITTIFAQIAH
( STITTQI )
INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA
TAHUN AKADEMIK 2014-2015








Pendahuluan
                Pendidikan di Indonesia saat ini sudah berkembang dengan cepat, terus mengikuti perkembangan global. Hal ini terjadi karena kebutuhan mengenai pendidikan itu sendiri sudah dirasakan oleh masyarakat secara umum. Perkembangan pendidikan menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi juga berkembang. Oleh karenanya, peran teknologi dalam peningkatan pengetahuan di masyarakat merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi.
            Teknologi pendidikan merupakan jawaban dan solusi yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tentang penerapan pendidikan yang baik. Teknologi pendidikan dirancang untuk membuat masyarakat mampu menerapkan dan mengajarkan nilai-nilai pendidikan dalam setiap kesempatan. Saat ini, semua orang dituntut untuk dapat memberikan pembelajaran kepada orang lain, meskipun dalam pendidikan formal yang mengajar tetaplah guru yang berkompetensi di masing-masing bidang ilmu. Salah satu bentuk aplikasi dari teknologi pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan ialah dengan terciptanya berbagai macam strategi belajar yang aktif dan kreatif, metode pembelajaran serta model-model pembelajaran yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran di pendidikan formal maupun nonformal.
            Teknologi pendidikan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang baik pada pendidikan di Indonesia khususnya, karena dengan penerapan teknologi pendidikan secara tepat maka diharapkan dapat meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan itu sendiri. Peningkatan mutu atau kualitas pendidikan tersebut dapat diukur melalui indikator keberhasilan pendidikan, salah satu indikator tersebut adalah kualitas lulusan yang dapat bersaing di era globalisasi sesuai dengan bidang ilmu yang dikuasainya.
            Oleh karena itu, dalam penulisan makalah ini yang menjadi tujuan utama adalah untuk mengetahui berbagai macam aplikasi teknologi pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia khususnya.
Penulisan makalah ini secara umum akan menjelaskan definisi teknologi pendidikan, mutu pendidikan, dan aplikasi teknologi pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan.
Definisi Teknologi Pendidikan
            Teknologi pendidikan berbeda dengan teknologi yang digunakan dalam proses pembelajaran, meskipun pendidikan diidentikan dengan pembelajaran yang berlangsung dalam pendidikan formal. Oleh karenanya terlebih dahulu harus dipahami konsep dasar dari teknologi pendidikan itu sendiri.
                Association for Educational Communications and Technology (AECT) “educational technology is a complex, integrated process, involving people, procedures, ideas, device and organization, for analyzing problem and devising, implementing, evaluating and managing solutions to those problems, involves in all aspect of human learning”.
AECT mendefinisikan bahwa teknologi pendidikan adalah sesuatu yang kompleks, sebuah proses yang terintegrasi, yang melibatkan orang, prosedur, ide, alat dan organisasi, untuk menganalisis masalah, merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola solusi untuk masalah tersebut, melibatkan semua aspek belajar manusia. Oleh karena itu teknologi pendidikan diartikan sebagai solusi untuk berbagai macam permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan secara global.
Ahli lain yang berpendapat tentang teknologi pendidikan adalah Januszewski dan Molenda. berpendapat bahwa “educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using, and managing appropriate technological processes and resources”.
Definisi tersebut memiliki makna bawa teknologi pendidikan merupakan studi dan praktek etis yang memfasilitasi pembelajaran untuk meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan,  dan mengelola proses teknologi dan sumber daya yang tepat guna.
Konsep pendidikan sendiri mempunyai arti yang luas. Ia merupakan keseluruhan proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap dan berbagai bentuk perilaku lain yang mempunyai nilai positif terhadap lingkungan tempat hidupnya. Apabila proses itu sengaja dikelola agar dapat terbentuk perilaku tertentu dalam kondisi tertentu maka proses itu disebut pembelajaran/instruksional.

Definisi Mutu Pendidikan
Kamus Besar Bahasa Indonesia  mendefinisikan mutu sebagai ukuran baik buruk suatu benda; kadar; taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan, dan sebagainya); kualitas: meningkatkan-pendidikan. Oleh karenanya dalam konteks ini mutu diartikan sebagai ukuran kualitas pendidikan yang dapat dilihat dari aspek input, proses, output bahkan outcome dari pendidikan itu sendiri.
Pemahaman masyarakat secara umum menyatakan bahwa mutu mengandung makna derajat keunggulan suatu produk atau hasil kerja, berupa barang maupun jasa. Di sisi lain mutu merupakan gambaran karekteristik  menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau yang tersirat. Secara teoritis, ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami arti mutu. Pertama, mutu mencerminkan suatu karekteristik yang dimiliki. Kedua yang disebut pendekatan matafisik (metaphysical belief), mutu dipandang sebagai sesuatu yang bisa diukur.
Pada konteks pendidikan, pengertian mutu mencakup pada masukan (input) proses, luaran (output) dan dampaknya.
1. Mutu masukan (input), dampak dilihat dari beberapa sisi, yaitu:
a)      dari kondisi baik atau tidaknya masukan sumber daya manusia, seperti kepala sekolah, guru, laboran, staf tata usaha dan siswa;
b)      Memenuhi atau tidaknya kriteria masukan berupa alat peraga, buku-buku, kurikulum, prasarana sekolah, dan lain-lain;
c)      Memenuhi atau tidaknya kriteria input  yang berupa perangkat lunak, seperti peraturan perundang-undangan, struktur organisasi sekolah, deskripsi kerja/tugas, rencana, dan program.
d)     Input yang bersifat harapan dan kebutuhan, seperti visi misi, motivasi, ketekunan dan cita-cita, sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh sekolah.
Pada sisi kesiapan input sangat diperlukan agar proses dapat berlangsung dengan baik. Oleh karena itu, kesiapan input merupakan tolak ukur dari mutu input yang akan diproses dalam pendidikan.
Mutu proses pendidikan
Process is denoted here as a series of actions, procedures, or functions leading to a result.
A process typically yields one of two kinds of results:
(a) a product or
 (b) another process (Januszewski dan Molenda,.
                Definisi tersebut menyatakan bahwa  proses dilambangkan sebagai serangkaian tindakan atau prosedur atau fungsi yang mengarah kepada satu hasil yang ingin dicapai. Sebuah proses biasanya menghasilkan salah satu dari jenis hasil, yaitu sebuah produk atau proses lainnya sebagai lanjutan dari proses utama.
Proses yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan, proses pengelolaan kelembagaan, proses pengelolaan program, proses belajar mengajar, proses monitoring dan evaluasi, dengan catatan bahwa proses belajar mengajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi dibandingkan dengan proses-proses lainnya.
Pada konsep mutu pendidikan dilihat dari aspek prosesnya maka mengandung makna bahwa kemampuan sumber daya sekolah mentransformasikan multi jenis masukan dan situasi untuk mencapai derajat nilai tambah tertentu bagi peserta didik. Beberapa hal yang diharapkan memiliki nilai tambah tersebut adalah: derajat kesehatan, keamanan, kedisiplinan, keakraban, saling menghormati, dan kepuasan.
Proses dapat dikatakan memiliki mutu yang baik apabila koordinasi dan keserasian serta pemaduan input dilakukan dengan baik sehingga mampu menciptakan situasi belajar yang menyenangkan (enjoyable learning), mampu mendorong motivasi dan minat belajar, dan mampu memberdayakan peserta didik.
   Output pendidikan merupakan kinerja sekolah
Output didefinisikan sebagai final product; the things produced; the quantity of something (as a commodity) that is created berdasarkan definisi yang diberikan oleh tim artikata.com bahwa output adalah produk akhir atau produk yang dihasilkan, kuantitas sesuatu yang dibuat dalam periode waktu tertentu. Lebih jelas maksud dari pengertian tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Berdasarkan definisi dan gambar mengenai output maka dalam pendidikan kinerja sekolah merupakan salah satu bentuk output yang dapat diukur. Hal yang dapat diukur tersebut berupa prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/prilaku sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur mutunya, efektivitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya, mutu kehidupan kerjanya, dan moral kerjanya. Proses pendidikan dapat dikategorikan bermutu jika memiliki kriteria yang telah ditetapkan, diantaranya:
a)      Prestasi akademik seperti nilai ulangan umum, EBTA, EBTANAS, karya ilmiah, lomba akademik;
b)      Prestasi non akademik, misal: Iman dan taqwa, kejujuran, kesopanan, olahraga , keseniaan, keterampilan, kejuruan dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

Dari uraian masing-masing komponen dalam pendidikan tersebut maka dapatlah dipahami untuk menilai sekolah yang memiliki standar mutu yang baik tidaklah instan dan mudah sebab dibutuhkan keterlibatan masing-masing unsur tersebut mulai dari input, proses dan ouput, proses yang sinergis antar berbagai elemen, wujud kerjasama sekolah yang baik ditunjukkan oleh hubungan antar warga sekolah yang erat, hubungan sekolah dan masyarakat erat, dan adanya kesadaran bersama bahwa input, proses dan ouput sekolah merupakan hasil kolektif teamwork yang kuat dan cerdas. Semua unsur tersebut harus berjalan seirama dan saling mendukung antara unsur yang satu dengan yang lainnya untuk meningkatkan mutu pendidikan.


Faktor-Faktor Masalah Mutu Pendidikan di Indonesia
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan maka Rivai menerangkan sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara merata:
a)      Kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan education function atau input-ouput analysis yang tidak dilaksanakan secara konsekuen.
Pendekatan ini melihat bahwa lembaga pendidikan berfungsi sebagai pusat produksi yang apabila semua input (masukan yang diperlukan dalam kegiatan produksi tersebut sudah terpenuhi maka lembaga ini akan menghasilkan output yang dikehendaki, pendekatan ini menganggap bahwa apabila input seperti pelatihan guru pengadaan buku dan alat pelajaran dan perbaikan sarana serta prasarana pendidikan lainnya dipenuhi, mutu pendidikan (output) secara otomatis akan terjadi. Dalam kenyataannya, mutu pendidikan yang diharapkan tidak akan terjadi. Karena selama ini dalam menerapkan pendekatan educational production function terlalu memusatkan pada input pendidikan dan kurang memperhatikan pada proses pendidikan. Padahal, proses pendidikan sangat menentukan ouput pendidikan.
b)      Penyelenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara birokrat sentralistik sehingga menempatkan sekolah sebagai penyelenggaraan pendidikan sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat panjang dan kadang-kadang kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi sekolah setempat.
Sekolah lebih merupakan subordinati birokrasi di atasnya sehingga mereka kehilangan kemandirian, keluwesan, motivasi, kreativitas/inisiatif untuk mengembangkan dan memajukan lembaganya termasuk peningkatan mutu pendidikan sebagai salah satu tujuan pendidikan nasional.
c)      Peran serta warga sekolah khususnya guru dan peran serta masyarakat khususnya orang tua murid dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini sangat minim.
Partisipasi guru dalam pengambilan keputusan sering diabaikan, padahal terjadi atau tidaknya perubahan di sekolah tergantung pada guru.

Pada instansi pendidikan formal yaitu sekolah diharapkan tetap mengharapkan partisipasi masyarakat, karena selama ini masyarakat hanya berpartisipasi terbatas pada dukungan dana, sedang dukungan-dukungan lain seperti pemikiran, moral dan barang/jasa kurang diperhatikan. Akuntabilitas sekolah terhadap masyarakat juga lemah. Sekolah tidak mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan pendidikan kepada masyarakat, khususnya orang tua murid, sebagai salah satu unsur utama yang berkepentingan dengan pendidikan (stake holder).
Aplikasi Teknologi Pendidikan
Apabila konsep atau pengertian teknologi pendidkan kita analisis, kita akan memperoleh pedoman umum aplikasi sebagai berikut:
a)      Memadukan berbagai macam pendekatan dari bidang psikologi, komunikasi, manajemen, rekayasa, dan lain-lain secara bersistem.
b)      Memecahkan masalah belajar pada manusia secara menyeluruh dan serempak, dengan memerhatikan dan mengkaji semua kondisi dan saling kaitan di anataranya.
c)      Digunakan teknologi sebagai proses dan produk untuk membantu memecahkan masalah belajar.
d)     Timbulnya daya lipat atau efek sinergi, di mana penggabungan pendekatan dan atau unsur-unsur mempunyai nilai lebih dari sekedar penjumlahan. Demikian pula pemecahan secara menyeluruh dan serempak akan mempunyai nilai lebih dari pada memecahkan masalah secara terpisah.s

Adapun bentuk yang sudah jelas merupakan aplikasi dari teknologi pendidikan untuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia khususnya adalah sebagai beriut:
1.      Terciptanya Manajemen berbasis sekolah (MBS) merupakan produk yang dihasilkan oleh pengembangan pengetahuan, hal tersebut merupakan bagian dari tujuan teknologi pendidikan yaitu mengintegrasikan suatu sistem pendidikan sehingga tercapai pendidikan yang berkualitas.
2.      Adanya sistem pendidikan terbuka, konsep ini dilakukan karena terdapat beberapa alasan yang menjadi faktor pendukung, salah satu alasan tersebut adalah tingginya kebutuhan akan pengetahuan namun terbatasnya waktu pembelajaran sehingga terbentuklah sistem pendidikan terbuka, seperti SMP Terbuka, SMA terbuka, dan Universitas terbuka.
3.      Terciptanya sistem pendidikan jarak jauh. Sistem pendidikan jarak jauh dimaksudkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dari manapun, siapapun dan kapanpun. Sehingga konsep pendidikan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi pun dilaksanakan dengan harapan bahwa pelaksanaan pendidikan tidak mesti antara pendidik dan peserta didik harus bertatap muka secara langsung dalam ruang kelas.
4.      Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM). Konsep PAKEM merupakan sebuah terobosan dalam dunia pendidikan di Indonesia, hal ini pun merupakan aplikasi produk yang dihasilkan oleh teknologi pendidikan.
5.      Pembelajaran inovatif. Dimaksudkan bahwa pelaksanaan pembelajaran selalu berinovasi disesuaikan dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi, sehingga tidak ada lagi istilah bahwa pembelajaran hanya terpusat pada guru sebagai pendidik, namun setiap orang wajib memiliki pendapatnya sendiri mengenai materi pelajaran yang sedang dipelajari.
6.      Sumber belajar, dengan adanya teknologi pendidikan sumber belajar semakin variatif, tidak hanya sekedar dari buku sekolah, guru, dan terpaku pada sumber belajar yang telah ditetapkan.
7.      Partisipasi masyarakat, penerapan teknologi pendidikan membuat masyarakat menjadi paham akan pentingnya peran mereka dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Tiga macam teknologi pendidikan Macam-macam Teknologi Pendidikan
Dalam inovasi pendidikan tidak bisa lepas dengan masalah revolusi metode,
kurikulum yang inovatif, teknologi serta SDM yang kritis untuk bisa menghasilkan
daya cipta dan hasil sekolah sebagai bentuk perubahan pendidikan. Sekolah harus
mempunyai orientasi bisnis pelanggan yang memiliki daya saing global. Untuk itu ada
lima teknologi baru yang dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik.
 Lima macam Teknologi
– Teknologi yang pertama : Sistem berpikir
Sistem berpikir menjadikan kita untuk lebih hati-hati dengan munculnya tiap mode
di dunia pendidikan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya perubahan yang tidak
kita inginkan. Tanpa sistem berpikir kita akan sulit untuk mengadakan
peningkatan riil di bidang pendidikan. Jadi sistem berpikir menghadirkan konsep
sistem yang umum, dimana berbagai hal saling terkait.
– Teknologi yang kedua: Desain sistem
Desain sistem adalah teknologi merancang dan membangun sistem yang baru.
Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang cepat yang meningkatkan
harapan. Desain sistem memberi kita peralatan untuk menciptakan suatu sistem
yang baru dan suatu strategi untuk perubahan.
– Teknologi yang ketiga: Kualitas pengetahuan
Mutu atau kualitas pengetahuan merupakan teknologi yang memproduksi suatu
produk atau jasa/ layanan yang sesuai harapan dan pelanggan. Ilmu pengetahuan
yang berkualitas telah menjadi alat yang sangat berharga dalam inovasi
pendidikan/ sekolah.

– Teknologi yang keempat : Manajemen Perubahan
Manajemen perubahan adalah suatu cara untuk memandu energi kreatif ke arah
perubahan positif. Dapat juga diartikan sistem pemikiran yang berlaku untuk
aspek manajemen inovasi tentunya dengan berorientasi pada POAC (Perencanaan,
Organisasi, Aktualisasi dan Kontrol).
– Teknologi yang kelima : Teknologi pembelajaran
Disini ada dua bagian yaitu peralatan Pelajar elektronik (Komputer, multimedia,
Internet, telekomunikasi), dan pembelajaran yang didesain, metode dan
strateginya diperlukan untuk membuat peralatan elektronik yang efektif. Pelajaran
elektronik ini mengubah cara mengkomunikasikan belajar. Jadi teknologi
pembelajaran adalah sistem pemikiran yang berlaku untuk instruksi dan belajar.
Kelima teknologi tersebut merupakan suatu keterpaduan untuk menuju inovasi
pendidikan sehingga dalam memecahkan masalah pendidikan perlu kombinasi
peralatan/ alat elektronik, orang-orang, proses, manajemen, intelektual, untuk
perubahan yang efektif.
Macam-macam teknologi pendidikan menurut Davies (1972) ada tiga yaitu:
Teknologi pendidikan satu
Teknologi pendidikan satu yaitu mengarah pada perangkat keras seperti
proyektor, laboratorium, komputer (CD ROM, LCD, TV, Video dan alat elektronik
lainnya). Teknologi mekanik ini dapat mengotomatiskan proses belajar mengajar
dengan alat yang memancarkan , memperkuat suara, mendistribusikan, merekam
dan mereproduksi stimuli material yang menjangkau pendengar/ siswa dalam
jumlah yang besar. Jadi teknologi satu ini efektif dan efisien.
Teknologi pendidikan dua
Teknologi pendidikan dua mengacu pada ”perangkat lunak” yaitu menekankan
pentingnya bantuan kepada pengajaran. Terutama sekali dalam kurikulum, dalam
pengembangan instruksional, metodologi pengajaran, dan evaluasi. Jadi teknologi
dua, menyediakan keperluan bagaimana merancang yang baru atau

memperbarui yang sekarang, bermanfaat pada pengalaman belajar Mesin dan
mekanisme dipandang sebagai instrumen presentasi atau transmisi.
– Teknologi pendidikan tiga
Teknologi pendidikan tiga, yaitu kombinasi pendekatan dua teknologi yaitu
“peragkat keras“ dan perangkat lunak”. Teknologi pendidikan tiga, orientasi
utamanya yaitu ke arah pendekatan sistem, dan sebagai alat meningkatkan
manfaat dari apa yang ada di sekitar. Teknologi pendidikan tiga dapat dikatakan
sebagai pendekatan pemecahan masalah, titik beratnya dalam orientasi
diagnostik yang menarik. Dari ketiga macam tekonologi di atas dapat dikatakan
bahwa teknologi pendidikan dalam konteks sebenarnya adalah tidak hanya
mengacu pada perangkat keras saja seperti yang umum dijadikan sebagai
persepsi yang benar, namum juga meliputi perangkat lunak dan perpaduan
keduanya perangkat keras dan lunak.

 Manfaat teknologi pendidikan
· Teknologi Pendidikan sebagai peralatan untuk mendukung konstruksi
pengetahuan:
 Untuk mewakili gagasan pelajar pemahaman dan kepercayaan
 Untuk organisir produksi, multi media sebagai dasar pengetahuan pelajar.
· Teknologi pendidikan sebagai sarana informasi untuk menyelidiki pengetahuan
yang mendukung pelajar :
 Untuk mengakses informasi yang diperlukan.
 Untuk perbandingan perspektif, kepercayaan dan pandangan dunia.

· Teknologi pendidikan sebagai media sosial untuk mendukung pelajaran dengan
berbicara.
 Untuk berkolaborasi dengan orang lain.
 Untuk mendiskusikan, berpendapat dan membangun konsensus antara
anggota sosial.
· Teknologi pendidikan sebagai mitra intelektual untuk mendukung pelajar
 Untuk membantu pelajar mengartikulasikan dan memprentasikan apa yang
mereka ketahui.
· Teknologi pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan/sekolah.
· Tekonologi pendidikan dapat meningkatkan fektifitas dan efisiensi proses belajar
mengajar.
· Teknologi pendidikan dapat mempermudah mencapai tujuan pendidikan.
2. Kekurangannya
· Pihak guru yang tidak bisa mengoperasikan/menguasai elektronika akan
tertinggalkan oleh siswa.
· Teknologi pendidikan memerlukan SDM yang berkualitas untuk bisa
mempercepat inovasi sekolah, sedangkan realita masih kurang.
· Teknologi pendidikan baik itu hardware maupun soffware membutuhkan biaya
yang mahal.
· Keterbatasan sarana prasarana sekolah akan menghambat inovasi pendidikan.
· Penggunaan teknologi pendidikan dalam bentuk Hardware memerlukan kontrol
yang tinggi dari guru atau orang tua terutama internet dan software.
· Siswa yang tidak mempunyai motivasi yang tinggi cenderung gagal.
D. Hubungan Teknologi Pendidikan dan Innovative School
Inovasi pendidikan merupakan hal yang perlu dilakukan oleh tiap sekolah jika
sekolah ingin maju. Perubahan sekolah bukan hanya dilihat dengan adanya
seperangkat alat elektronika yang canggih di sekolah, namun banyak aspek yang
menjadi indikator. Innovative school artinya perubahan sekolah atau perubahan
pendidikan.

Ciri-ciri inovasi pendidikan dapat dikenal dengan beberapa identifikasi, namun
menurut ashby 1967 ada empat :
– Ketika masyarakat /orang tua mulai sibuk dengan peran keluar sehingga tugas
pendidikan anak sebagian digeser dari orang tua pindah ke guru atau dari rumah ke
sekolah.
– Terjadi adopsi kata yang ditulis ke instruksi lisan
– Adanya penemuan alat untuk keperluan percetakan yang mengakibatkan
ketersediaan buku lebih luas.
– Adanya alat elektronika yang bermacam-macam radio, telepon, TV, computer, LCD
proyektor, perekan internet, LAN, dsb ).
Keempat perubahan di atas di dunia pendididkan telah menimbulkan banyak
masalah, dan untuk itulah kelima teknologi yang dibahas pada point sebelumnya
sangat membantu untuk solusi pemecahan.
Perubahan pendidikan/sekolah yang dinginkan sekolah sesuai visi dan misinya
tentunya sangat tergantung pada lima teknologi tersebut yaitu sistem berfikir, sistem
desain, ilmu pengetahuan yang berkualitas, manajemen. Sekarang sekolah negeri
maupun swasta mulai berusaha keras untuk mengatur kembali sistem pendidikan
mereka. Banyak program sekolah yang ditawarkan pada masyarakat baik itu jurusan
maupun status sekolah yaitu SSN, unggul, model, internasional, akselerasi dan
sarana prasarananya.
Yang jelas perubahan sekolah untuk menghadapi dunia global harus disiapkan
dari unsur SDM yang berkualitas sehingga mampu berfikir membuat desein
pendidikan, punya kiat manajemen yang baik dan tidak gagap terhadap pendidikan.
Jadi dapat dikatakan bahwa antara inovasi pendidikan dengan teknologi
pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Inovasi
merupakan okbyek dan teknologi pendidikan merupakan subyeknya.
– Dalam inovasi pendidikan butuh SDM dan peralatan yang menunjang inovasi
pendidikan, sebaliknya SDM dan alat tidak akan berfungsi tanpa digunakan untuk
sasaran/tujuan yang pasti dan bermanfaat dimasa datang.
Kesimpulan
            Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan mengenai aplikasi teknologi pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan maka dapat disimpulkan bahwa teknologi pendidikan merupakan sebuah sistem yang terintegrasi dan tidak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya, karena jika salah satu subsistem tidak berjalan dengan baik maka akan mengganggu sistem secara keseluruhan.
            Mutu atau kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh sistem pendidikan itu sendiri, dan perlu diperhatikan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya dihasilkan dari input yang baik melainkan input yang baik tersebut harus dikelola atau diproses dengan baik pula sehingga output yang dihasilkan memiliki mutu yang baik.
            Wujud nyata dari teknologi pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan sudah cukup banyak, salah satu yang telah dilakukan ialah manajemen berbasis sekolah, terciptanya strategi, metode dan model pembelajaran yang beragam sehingga meningkatkan kreatifitas peserta didik untuk terus melakukan yang terbaik dalam proses pembelajaran.

Daftar Pustaka
Meilina. (2012). Aplikasi Teknologi Pendidikan Dalam Peningkatkan Mutu Pendidikan: Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) HTTP://MEILINA-JASMINE.BLOGSPOT.COM/2012/01/TEKNOLOGI-PENDIDIKAN_10.HTML diunduh pada tanggal 11 Nopember 2013.
Januszewski dan Molenda. (2008). Educational Technology. Francis: Lawrence Erlbaum Associates.
Rivai, Veithzal. (2008). Education Management: Analisis Teori dan Praktek. Jakarta: Grafindo Persada.
Tim penyusun. (2013). Definisi mutu. http://kbbi.web.id/ diunduh pada tanggal 11 Nopember 2013.
Tim penyusun. (2013). Definisi teknologi pendidikan. http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_pendidikan diunduh pada tanggal 11 Nopember 2013
Tim penyusun. (2013). Definisi output. http://artikata.com/arti-130431-output.html diunduh pada tanggal 11 Nopember 2013.
Miarso, Yusufhadi, (2011). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Pustekkom-DIKNAS.
://artikata.com/arti-130431-output.html

C:\Users\user\Documents\visual.php.gif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar