FATHUL MAKKAH DAN WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW
D
I
S
U
S
U
N
OLEH: HADI SUCIPTO
DOSEN PENGAPU: USTAD FIRDAUS K.MA
SEKOLAH
TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QUR’AN AL-ITTIPAQIAH (STITTQI)
INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
2014-2015
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
puji dan syukur atas ke hadirat Allah Swt yang telah memberikan karunianya
kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul : “Tokoh
Ulama Nusantara 1: Hamzah Al-Fansuri, Syamsudin As-Sumantrani, Abdul Rauf As-Singkili.
Adapun
tujuan penulis membuat makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah
Sejara sejarah pendidikan islam
yang dibimbing oleh dosen Ust.Firdaus Khafi M.A. Semoga makalah yang
disusun oleh penulis dapat bermanfaat dan berguna bagi pembaca.
Demikian
makalah ini dibuat kami menyadari di dalam penyusunan dan pembuatan makalah ini
masih banyak kekurangan maka dari pada itu kritik dan saran sangat kami
harapkan untuk mencapai kesempurnaan makalah ini agar lebih baik lagi, terima
kasih.
DAFTAR ISI
BAB 1
Kata
pengantar.........................................................................................................i
Daftar
isi...................................................................................................................ii
BAB II
Pembahasan
.............................................................................................................1
a. Pengertian pathul makkah.....................................................................................1
b. Penybab terjadinya fathul makkah........................................................................2
c.
keberankatan pasukan ..........................................................................................2
d. Kisah wafatnya rosullah.........................................................................................4
e. setelah wafatnya rosulullah....................................................................................4
BAB III
Kesimpulan
.............................................................................................................6
Saran ........................................................................................................................6
DAFTAR
FUSTAKA........................................................................................................
PEMBAHSAN
BAB II
A.FATHUL
MAKKAH
makkah ( Pembebasan kota MakkahBakkah ) 20 Romadhan 8 Hijriyah..
Pada masa jahiliyyah kabilah Khuza’ah dan Kabilah Bakr saling bermusuhan, dengan adanya perjanjian Hudaibiyyah antara kaum Muslimin dgn Kaum kafir Quraisy, Kabilah Khuza’ah bergabung dengan kaum Muslimin, sedangkan Kabilah Bakr bergabung dengan Kaum Quraisy, sehingga masing _ masing dari kedua kabilah tersebut merasa aman dari gangguan pihak lain.Suatu ketika Kabilah Khuza’ah terlihat oleh Bani Bakr, kemudian, Kabilah Bakr membunuh sekitar 20 orang Bani Khuza’ah. Karena itu Bani Khuza’ah masuk ke Tanah Haram untuk menyelamatkan diri.Akan tetapi, Bani Bakr menyusul Bani khuza’ah dan membunuh sebagian mereka di Tanah Harom.Dengan adanya peristiwa tersebut batallah perjanjian Hudaibiyyah antara kedua belah pihak. Kemudian pergilah Amr bin Salim dari Bani Khuza’ah, Budail bin Warqo, dan sekelompok orang Khuza’ah untuk menemui Rosulullooh dan meminta perlindungan kepada Beliau atas perbuatan Bani Bakr kepada mereka.Rosululloohpun membela Bani khuza’ah dan menyerang mereka dan Sekutunya secara tiba – tiba.
Kaum Quraisy meyesali perbuatan mereka yang telah menodai isi perjanjian, 0leh karena itu, mereka mengutus Abu Sufyan menemui Rosulullooh guna memperbaikinya, tetapi Dia kembali dengan Tangan kosong.
Hasil penting dari peristiwa pembebasan Makkah
1. Rosulullooh bersama kaum Muslimin menghancurkan berhala di Ka’bah dan sekitarnya. Dengan demikian berakhirlah Peganisme di wilayah Jaziroh Arob.
2. Masuknya Quraisy ke dalam pangkuan Islam menjadikan Kabilah2 Arab diseluruh Jazirah Arob bisa bertemu Rosulullooh untuk masuk islam. Peristiwa inilah yang dilakukan Rosulullooh selama 2 thn: tahun 9 sampai 10 H. Banyak kabilah yang berdatangan kepada Rosulullooh untuk mengikrorkan keislaman mereka.
Pembagian pasukan
1. Pasukan Nabi
2. Pasukan Kholid bin al – Walid.
3. Pasukan Qois bin bin Sa’ad bin Ubadah
4. Pasukan Zubair bin al – Awam.
5. Pasukan Abu ubaidah bin al – jarroh.
Setelah kaum Muslimin menguasai seluruh jalur Makkah, Nabi dan kaum muslimin mengadakan apel besar diwilayah Gunung hind.Pada penaklukan makkah Rosulullooh menghancurkan berhala – berhala sekitar 360 berhala.
makkah ( Pembebasan kota MakkahBakkah ) 20 Romadhan 8 Hijriyah..
Pada masa jahiliyyah kabilah Khuza’ah dan Kabilah Bakr saling bermusuhan, dengan adanya perjanjian Hudaibiyyah antara kaum Muslimin dgn Kaum kafir Quraisy, Kabilah Khuza’ah bergabung dengan kaum Muslimin, sedangkan Kabilah Bakr bergabung dengan Kaum Quraisy, sehingga masing _ masing dari kedua kabilah tersebut merasa aman dari gangguan pihak lain.Suatu ketika Kabilah Khuza’ah terlihat oleh Bani Bakr, kemudian, Kabilah Bakr membunuh sekitar 20 orang Bani Khuza’ah. Karena itu Bani Khuza’ah masuk ke Tanah Haram untuk menyelamatkan diri.Akan tetapi, Bani Bakr menyusul Bani khuza’ah dan membunuh sebagian mereka di Tanah Harom.Dengan adanya peristiwa tersebut batallah perjanjian Hudaibiyyah antara kedua belah pihak. Kemudian pergilah Amr bin Salim dari Bani Khuza’ah, Budail bin Warqo, dan sekelompok orang Khuza’ah untuk menemui Rosulullooh dan meminta perlindungan kepada Beliau atas perbuatan Bani Bakr kepada mereka.Rosululloohpun membela Bani khuza’ah dan menyerang mereka dan Sekutunya secara tiba – tiba.
Kaum Quraisy meyesali perbuatan mereka yang telah menodai isi perjanjian, 0leh karena itu, mereka mengutus Abu Sufyan menemui Rosulullooh guna memperbaikinya, tetapi Dia kembali dengan Tangan kosong.
Hasil penting dari peristiwa pembebasan Makkah
1. Rosulullooh bersama kaum Muslimin menghancurkan berhala di Ka’bah dan sekitarnya. Dengan demikian berakhirlah Peganisme di wilayah Jaziroh Arob.
2. Masuknya Quraisy ke dalam pangkuan Islam menjadikan Kabilah2 Arab diseluruh Jazirah Arob bisa bertemu Rosulullooh untuk masuk islam. Peristiwa inilah yang dilakukan Rosulullooh selama 2 thn: tahun 9 sampai 10 H. Banyak kabilah yang berdatangan kepada Rosulullooh untuk mengikrorkan keislaman mereka.
Pembagian pasukan
1. Pasukan Nabi
2. Pasukan Kholid bin al – Walid.
3. Pasukan Qois bin bin Sa’ad bin Ubadah
4. Pasukan Zubair bin al – Awam.
5. Pasukan Abu ubaidah bin al – jarroh.
Setelah kaum Muslimin menguasai seluruh jalur Makkah, Nabi dan kaum muslimin mengadakan apel besar diwilayah Gunung hind.Pada penaklukan makkah Rosulullooh menghancurkan berhala – berhala sekitar 360 berhala.
B .Sebab-sebab Terjadinya Fathu Mekkah
Perjanjian
Hudaibiyyah membolehkan setiap kabilah Arab manapun untuk menggabungkan diri ke
dalam barisan Nabi SAW, atau ke dalam barisan kaum kafir Quraisy. Bani Bakar
mrmilih menggabungkan diri ke dalam barisan kaum kafir Quraisy, sementara Bani
Khuza’ah memilih masuk ke dalam barisan Rasulullah SAW (Barisan Islam).
Fathu
Mekkah terjadi karena pada tahun 8 Hijriah ini Bani Bakar melanggar perjanjian
Hudaibiyyah dengan meminta bantuan kaum kafir Quraisy untuk menyerang Bani
Khuza’ah. Akibatnya, terbunuhlah 20 orang Bani Khuza’ah. Mengetahui hal ini, Rasulullah
SAW secara diam-diam melakukan persiapan untuk memerangi mereka. Akan tetapi
rahasia ini dibocorkan oleh seseorang yang bernama Hatib bin Abu Baltaah
Al-Badry, melalui surat rahasianya kepada kaum kafir Quraisy.
Setelah mengetahui pembocoran ini, Rasulullah
memanggil Hatib bin Abu Baltaah, dan menanyakan mengapa ia berbuat demikian.
Jawabnya,
“Wahai
Rasulullah, demi Allah, saya beriman kepada-Nya dan kepada Rasulullah. Tetapi
di kalangan kaum Muslimin ini aku merupakan seseorang yang tidak mempunyai
keluarga dan keturunan terhormat, padahal aku mempunyai putra dan sanak saudara
di Mekkah (kaum kafir Quraisy). Hal ini kulakukan agar mereka itu menghormati
dan menghargai keluargaku.” Rasulullah lalu mengampuni Hatib karena dia ikut
dalam Perang Badar.
C. Rasulullah Berangkat ke Mekkah
Pada
tanggal 10 Ramadhan berangkatlah Nabi dengan membawa 10.000 tentara menuju
Mekkah. Di tengah perjalanan itu pula anggota pasukan bertambah, karena
beberapa kelompok orang Arab menggabungkan diri. Sementara itu regu pengawal
berhasil menawan Abu Sofyan dan dua orang kawannya, lalu ia masuk Islam.
Menjelang
masuk ke Mekkah, ada seseorang yang bernama Abbas membisikkan kepada Nabi agar
nanti memberikan sesuatu yang dapat membanggakan Abu Sofyan. Nabi mengatakan,
“Siapa saja yang masuk rumah Abu Sofyan, maka dia aman.” Setelah sampai di
Mekkah, diumumkanlah, siapa yang masuk ke rumahnya dan mengunci pintu, maka dia
aman. Siapa yang masuk masjid (Ka’bah), maka dia aman. Dan siapa saja yang
masuk rumah Abu Sofyan, maka dia aman.
Pasukan
Islam memasuki kota Mekkah tanpa mendapat perlawanan yang berarti dari para
penduduknya. Nabi terus menghancurkan patung-patung yang berjumlah tidak kurang
dari 360 buah, di dalam dan di luar Ka’bah, lalu thawaf.Setelah melakukan
shalat dua rakaat, berdirilah Nabi di pintu seraya mengatakan, “Wahai seluruh
orang Quraisy, bagaimanakah tanggapanmu terhadap apa yang saya lakukan
ini?”“Engkau telah melakukan sesuatu yang baik. Engkau adalah seorang yang
mulia. Engkaulah saudara kami yang paling baik,” jawab mereka,“Pada hari ini
saya nyatakan kepadamu, seperti yang pernah dinyatakan oleh Nabi Yusuf yang
terdahulu. Tidak ada apa-apa lagi pada hari ini. Mudah-mudahan Allah mengampuni
dosa-dosa yang telah kamu lakukan selama ini. Bubarlah kalian, karena kalian
telah dibebaskan,” kata Nabi.
Demikianlah
pidato Nabi pada hari penaklukan kota Mekkah. Tidak ada pertumpahan darah.
Tidak ada penyiksaan dan pembunuhan seperti apa yang dilakukan kaum kafir
Quraisy dulu. Nabi pun tidak membalas perlakuan kejam yang diterimanya dulu.
Semuanya damai dan aman. Semua penduduknya menyatakan masuk Islam, baik pria
maupun wanita. Kemudian pada waktu shalat Zhuhur hari itu, Rasulullah menyuruh
Bilal adzan di atas Ka’bah dan menandakan keagungan Islam
Tahun kesebelas Hijrah, haji pertama Rasulullah dan
kaum Muslimin tanpa ada seorang musyrik pun yang ikut didalamnya, Untuk pertama
kalinya pula, lebih dari 10.000 orang berkumpul di Madinah dan sekitarnya,
menyertai Nabi melakukan perjalanan ke Makkah, dan sekaligus inilah haji
terakhir yang dilakukan oleh Rasulullah. Rombongan haji meninggalkan Madinah
tanggal 25 Dzulqadah , Rasulullah disertai semua isterinya,menginap satu malam
di Dzi Al-Hulaifah, kemudian melakukan Ihram sepanjang Subuh, dan mulai
bergerak.
D.Kisah
wafatnya rosulullah
Setelah
berjuang selama 23tahun Rasulullah saw wafat dan sudah pasti Allah swt tidak
akan menghantar nabi lagi, maka Rasulullah memerintahkan para sahabat r.anhum
ketika Nabi Haji wada untuk berpencar keseluruh alam untuk sampaikan ini perkara
Agama.Dikisahkan pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung
gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata
memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan
cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada
kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti
mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk
surga bersama aku
E.
Setelah Kewafatan Rasulullah SAW
Kabar
wafatnya Rasulullah SAW segera menyebar luas ke antero Madinah. Ummu Aiman
mengirim utusan untuk menyusul pasukan yang dipimpin putranya, Usamah bin Zaid,
mengabarkan kewafatan Nabi SAW, sekaligus meminta mereka segera kembali ke
Madinah. Para sahabat segera berkumpul kembali di masjid Nabi SAW dalam keadaan
kaget dan penuh sesal. Pada subuh hari itu mereka menyaksikan keadaan Nabi SAW
yang tampak bugar, karena itu mereka tidak pernah menyangka beliau akan
berpulang ke rahmatullah pada hari itu juga. Kalaulah mereka tahu, tentulah
mereka tidak akan pernah meninggalkan beliau.
Reaksi
para sahabat umumnya diliputi oleh kesedihan dan kepedihan hati yang sangat
dalam, serta perasaan tidak percaya bahwa Nabi SAW telah wafat. Seolah-olah
mereka hanya sedang mimpi saja. Aisyah sendiri, setelah melepaskan jenazah
beliau dari pelukannya dan meletakkan di tempat tidur serta menutupinya dengan
kain, ia menepuk-nepuk pipinya sendiri beberapa kali, seolah-olah meyakinkan
kalau dirinya tidak sedang bermimpi. Tetapi ada juga yang berdiam diri seperti
Utsman, atau menahan diri untuk berbicara seperti Ali, walau ia mengetahui
secara pasti kalau beliau telah wafat. Seolah-olah mereka mengalami pukulan
psikologis yang begitu dahsyat sehingga tidak bisa berkata dan berbuat apa-apa.
Reaksi
yang paling ekstrim adalah Umar bin Khaththab, ia menolak kenyataan bahwa
beliau telah berpulang ke rahmatullah. Dengan mengacungkan pedangnya, ia
berkata, “Siapa yang mengatakan bahwa Muhammad telah meninggal, maka akan aku
pukul dengan pedangku ini. Muhammad tidaklah mati, ia hanya sementara pergi
sementara kepada Tuhannya, sebagaimana Musa bin Imran menghilang dari kaumnya
selama 40 hari, kemudian ia kembali setelah orang-orang menyatakan kalau ia
telah mati. Demi Allah, Rasulullah akan kembali sebagaimana halnya Musa
kembali!!”
Abu
Bakar yang sedang berada di Kabilah Bani Harits bin Kharijah di luar Kota
Madinah, segera kembali ke masjid setelah memperoleh pemberitahuan bahwa Nabi
SAW telah wafat. Begitu datang, ia langsung menerobos kerumunan massa tanpa
berkata apapun dan masuk ke rumah Rasulullah SAW. Ia membuka kain penutup dan
mencium wajah Nabi SAW yang mulia itu dengan tangisan tersedu-sedu. Di antara
isak tangisnya, ia berkata, “Demi ayah bundaku, wahai Rasulullah, alangkah indahnya
hidupmu, dan alangkah indahnya kewafatanmu. Demi Allah, sekali-kali tidak akan
berkumpul dua kematian atas engkau. Kematian yang telah ditentukan Allah telah
engkau temui, dan setelah itu tidak ada kematian lagi untukmu selama-lamanya!!”
Walau
sebelumnya Nabi SAW telah menunjuk siapa-siapa yang nantinya akan mengurus
jenazah beliau setelah kewafatan, tetapi pada hari senin itu mereka belum
berbuat apa-apa. Kesedihan yang begitu dalam dan beban psikologis yang begitu
mengguncang jiwa membuat mereka tidak cukup tegar untuk memandang dan merawat
jenazah Nabi SAW. Apalagi sempat terjadi ‘tarik-ukur’ antara kaum Muhajirin dan
Anshar, tentang siapa yang berhak menjadi khalifah (pengganti) Nabi SAW, sampai
akhirnya mereka sepakat untuk memba’iat Abu Bakar.
Barulah
pada hari selasa tanggal 13 Rabi’ul Awwal 11 H mereka siap untuk merawat
jenazah Nabi SAW.
Kemudian
Ali mulai memandikan jenazah Nabi SAW dengan dibantu Fadhl bin Abbas dan Usamah
bin Zaid sesuai dengan wasiat Nabi SAW. Malaikat Jibril juga datang, tentunya
tanpa diketahui oleh siapapun, dengan membawa wangi-wangian dari surga,
termasuk wangi cendana. Riwayat lain menyebutkan, beberapa kerabat beliau ikut
membantu memandikan, seperti Abbas, paman beliau, Qatsam bin Abbas, Syaqran,
salah satu pembantu Rasulullah SAW dan Aus bin Khaily.
Setelah
dimandikan, beliau dikafani dengan tiga lembar kain sesuai dengan wasiat
beliau, pakaian yang beliau pakai itu hingga wafat, dan dua kain dari Yaman dan
Mesir. Sahabat Abu Thalhah menggali lubang kubur di dalam rumah Aisyah
tersebut, kemudian mereka menempatkan jenazah beliau di salah satu sisinya.
Seperti wasiat Nabi SAW sebelumnya, mereka meninggalkan jenazah beliau
sendirian beberapa waktu lamanya.
Setelah
itu kelompok demi kelompok, dalam riwayat lain disebutkan masing-masing sepuluh
orang, masuk ke rumah untuk menyalatkan beliau. Tidak ada yang menjadi imam,
masing-masing shalat munfarid (sendirian), tidak berjamaah. Giliran pertama
adalah para kerabat beliau, disusul kaum Muhajirin kemudian kaum Anshar dan
baru kaum muslimin lainnya. Rombongan pertama adalah kaum lelaki, disusul kaum
wanita, dan terakhir adalah kelompok anak-anak.
Semua
itu berlangsung sepanjang hari selasa sehingga malam harinya (masuk hari Rabu).
Setelah semua selesai menyalatkan beliau, Rasulullah SAW dimakamkan pada tengah
malam pada malam Rabu tersebut.
BAB
III
PENUTUP
A.Saran
Penulis menyadari bahwa di dalam
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk ini demi pemahaman kita
bersama, mari kita membaca dari buku-buku lain yang bisa menambah ilmu
pengetahuan kita tentang sejarah islam. Penulis sangat mengharapkan kritik
maupun saran yang sifatnya membangun penulis supaya bisa lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAK
Yatim, Badri, Sejarah peradaban Islam, Jakarta:Rajawali
Pers, 2008
M.Mujid, the Indian muslim,:London: George Alen,1967
Musyarifah Sunanto, Sejarah Islam Klasik,:Jakarta, Kencana
Prenada Media Group, 2003
Yatim, Badri, Sejarah peradaban Islam, Jakarta:Rajawali
Pers, 2008
M.Mujid, the Indian muslim,:London: George Alen,1967
Musyarifah Sunanto, Sejarah Islam Klasik,:Jakarta, Kencana
Prenada Media Group, 2003
