PERKEMBANGAN TASAWUF DI ERA MODEREN
D
I
S
U
S
U
OLLEH : HADI SUCIPTO
NIM : 2013-01-035
SEKOLAH TINGGI ILMU
TARBIYAH AL-QUR’ ITTIFAQIYAH (
STITTQI )
INDRALAYA OGAN ILIR SUMATRA
SELATAN INDONESIA
TAHUN AKADEMIK
2014-2015
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
a.
Latar
belakang ............................................................................... 2
b. Rumusan masalah ......................................................................... 3
c. Tujuan ............................................................................................ 3
BAB II
PEMBAHASAN
a. Tasawuf modern ............................................................................ 4
b. Memahami dunia tasawuf ............................................................. 4
c. Tasawuf sebagai terapi .................................................................. 6
BAB III
PENUTUPAN
a. Kesimpulan .................................................................................... 7
b.
Saran .............................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 8
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kemajuan yang telah merambah dalam berbagai aspek
kehidupan manusia, baik sosial, ekonomi, budaya dan polotik, mengharuskan
individu untuk beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi secara
cepat dan pasti. Padahal dalam kenyataannya tidak semua individu mampu
melakukannya sehingga yang terjadi justru masyarakat atau manusia yang
menyimpan banyak problem. Tidak semua orang ,mampu beradaptasi, akibatnya
adalah individu-inbdividu yang menyimpan berbagai problem psikis dan fisik,
dengan demikian dibutuhkan cara efektif untuk mrngatasinya.
Berbicara masalah solusi, kini muncul kecendrungan
masyarakat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan spiritual (tasawuf). Tasawuf
sebagai inti ajaran islam muncul dengan memberi solusi dan terapi bagi problem
manusia dengan cara mendekatkan diri kepada Allah yang maha pencipta. Peluang
dalam menangani problema ini semakin terbentang luas diera modern ini. Tulisan
ini berangkat dari sebuah fenomena sosial masyarakat yang kini hidup di era
modern, dengan perubahan sosial yang cepat dan komunikasi tanpa batas, dimana
kehidupan cenderung berorientasi pada materirialistik, skolaristik, dan
rasionalistik dengan kemajuan IPTEK di segala bidang. Kondisi ini ternyata
tidak selamanya memberikan kenyamanan, tetapi justru melahirkan abad kecemasan
(the age of anxienty). Kemajuan ilmu dan teknologi hasil karya cipta manusia
yang memberikan segala fasilitas kemudahan, ternyata juga memberikan dampak
berbagai problema psikologis bagi manusia itu sendiri.
Masyarakat modern kini sangat mendewa-dewakan ilmu
pengetahuan dan teknologi, sementara pemahaman keagamaan yang didasarkan pada
wahyu sering di tinggalkan dan hidup dalam keadaan sekuler. Mereka cenderung
mengejar kehidupan materi dan bergaya hidup hedonis dari pada memikirkan agama
yang dianggap tidak memberikan peran apapun. Masyarakat demikian telah
kehilangan visi ke-Ilahian yang tumpul penglihatannya terhadap realitas hidup
dan kehidupan. Kemajuan-kemajuan yang terjadi telah merambah dalam berbagai
aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi budaya dan politik. Kondisi ini
mengharuskan individu untuk beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang
terjadi secara cepat dan pasti. Padahal dalam kenyataannya tidak semua individu
mampu melakukannya sehingga yang terjadi justru masyarakat atau manusia yang
menyimpan banyak problem. Bagi masyarakat kita, kehidupan semacam ini sangat
terasa di daerah-daerah perkotaan yang saling bersaing dalam segala bidang.
Sehingga kondisi tersebut memaksa tiap individu untuk beradaptasi dengan cepat.
Padahal tidak semua orang mampu untuk itu. Akibatnya yang muncul adalah
individu-individu yang menyimpan berbagai problem psikis dan fisik, dengan
demikian dibutuhkan cara efektif untuk mengatasinya. Berbicara masalah solusi,
kini muncul kecenderungan masyarakat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan
spiritual (tasawuf). Tasawuf sebagai inti ajaran Islam muncul dengan memberi
solusi dan terapi bagi problem manusia dengan cara mendekatkan diri kepada
Allah yang Maha Pencipta. Selain itu berkembang pula kegiatan konseling yang
memang bertujuan membantu seseorang menyelesaikan masalah. Karena semua masalah
pasti ada penyelesaiannya serta segala penyakit pasti ada obatnya. Peluang
tasawuf dalam menangani penyakit-penyakit psikologis atas segala problem manusia,
semakin terbentang lebar di era modern ini. Maka dari itu, penulis mencoba untuk mengulas sedikit tentang Tasawuf di Era
Modern.
B.
Rumusan Masalah
Untuk
lebih terarahnya pembahasan ini, maka penulis membuat rumusan masalah sebagai
berikut:
1.
Bagaimana
cara pandang tasawuf di era modern?
2.
Apa
makna tasawuf dalam konteks yang luas?
3.
Apa
fungsi tasawuf di era modern terhadap kehidupan sekarang ini?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan
penulis adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
mengetahui cara pandang tasawuf di era modern.
2.
Untuk
memahami tasawuf dalam konteks yang luas (kehidupan).
3.
Untuk
mengetahui fungsi tasawuf di era modern terhadap kehidupan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Tasawuf Di Era Modern
Tasawuf di era
modern ini, ditempatkan sebagai cara pandang yang rasional sesuai dengan nalar
normatif dan nalar humanis-sosiologis. Kepekaan sosial, lingkungan (alam) dan
berbagai bidang kehidupan lainnya adalah bagian yang menjadi ukuran bahwa
tasawuf di era modern itu tidak sekedar pemenuhan spiritual, akan tetapi lebih
dari itu yaitu mampu membuahkan hasil bagi yang ada di bumi ini.
Menurut Bagir tasawuf itu bukan barang mati. Sebab
tasawuf itu merupakan produk sejarah yang seharusnya dikondisikan sesuai dengan
tuntutan dan perubahan zaman.
Penghayatan tasawuf bukan untuk diri sendiri, seperti yang kita temui di masa
silam. Tasawuf di era modern adalah alternatif yang mempertemukan jurang
kesenjangan antara dimensi ilahiyah dengan dimensi duniawi. Banyak orang yang
secara normatif (kesalehan individu) telah menjalankan dengan sempurna, tetapi
secara empiris (kesalehan sosial) kadang-kadang belum tanpak ada. Dengan
demikian lahirnya tasawuf di era modern diharapkan menjadi tatanan kehidupan
yang lebih baik.
B.
Memahami Dunia Tasawuf
Tasawuf pada dasarnya merupakan jalan atau cara yang
ditempuh oleh seseorang untuk mengetahui tingkah laku nafsu dan sifat-sifat
nafsu, baik yang buruk maupun yang terpuji. Karena itu kedudukan tasawuf dalam
Islam diakui sebagai ilmu agama yang berkaitan dengan
aspek-aspek moral serta tingkah laku yang merupakan substansi Islam. Dimana
secara filsafat sufisme itu lahir dari salah satu komponen dasar agama Islam,
yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Kalau iman melahirkan ilmu teologi (kalam), Islam
melahirkan ilmu syari’at, maka ihsan melahirkan ilmu akhlaq atau tasawuf.[1]
Meskipun dalam ilmu pengetahuan wacana tasawuf tidak
diakui karena sifatnya yang Adi Kodrati, namun eksistensinya di tengah-tengah
masyarakat membuktikan bahwa tasawuf adalah bagian tersendiri dari suatu
kehidupan masyarakat; sebagai sebuah pergerakan, keyakinan agama, organisasi,
jaringan bahkan penyembuhan atau terapi.[2]
Tasawuf atau sufisme diakui dalam sejarah telah
berpengaruh besar atas kehidupan moral dan spiritual Islam sepanjang ribuan
tahun yang silam. Selama kurun waktu itu tasawuf begitu lekat dengan dinamika
kehidupan masyarakat luas, bukan sebatas kelompok kecil yang eksklusif dan
terisolasi dari dunia luar. Maka kehadiran tasawuf di dunia modern ini sangat
diperlukan, guna membimbing manusia agar tetap merindukan Tuhannya, dan bisa
juga untuk orang-orang yang semula hidupnya glamour dan suka hura-hura menjadi
orang yang asketis (Zuhud pada dunia). Proses modernisasi yang makin meluas di
abad modern kini telah mengantarkan hidup manusia menjadi lebih materealistik
dan individualistic.
Perkembangan industrialisasi dan ekonomi yang
demikian pesat, telah menempatkan manusia modern ini menjadi manusia yang tidak
lagi memiliki pribadi yang merdeka, hidup mereka sudah diatur oleh otomatisasi
mesin yang serba mekanis, sehingga kegiatan sehari-hari pun sudah terjebak oleh
alur rutinitas yang menjemukan. Akibatnya manusia sudah tidak acuh lagi, kalau
peran agama menjadi semakin tergeser oleh kepentingan materi duniawi.
Menurut Amin Syukur, tasawuf bagi manusia sekarang
ini, sebaiknya lebih ditekankan pada tasawuf sebagai akhlak, yaitu
ajaran-ajaran mengenai moral yang hendaknya diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari guna memperoleh kebahagiaan optimal. Tasawuf perilaku baik,
memiliki etika dan sopan santun baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun
terhadap Tuhannya[3]
Menurut Omar Alishah, yang menjadi salah satu ajaran
penting dalam tasawuf adalah pemahaman tentang totalitas kosmis, bumi, langit,
dan seluruh isi dan potensinya baik yang kasar mata maupun tidak, baik rohaniah
maupun jasmaniah, pada dasarnya adalah bagian dari sebuah sistem kosmis tunggal
yang saling mengait, berpengaruh dan berhubungan. Sehingga manusia mempunyai
keyakinan bahwa, penyakit atau gangguan apapun yang menjangkiti tubuh kita
harus dilihat sebagai murni gejala badaniah ataupun kejiwaan manusiawi,
sehingga seberapapun tingkatan keparahannya akan tetap dapat ditangani secara
medis[4]
.Pendapat Alishah tersebut senada dengan apa yang dijelaskan oleh Allah SWT
dalam al-Qur’an, bahwa setiap kali terjalin komunikasi dengannya seseorang akan
memperoleh energi spiritual yang menciptakan getaran-getaran psikologi pada
aspek jiwa raga, ibarat curah hujan membasahi bumi yang kemudian menciptakan
getaran-getaran duniawi dan menyebabkan tanaman tumbuh subur. Sesuai dengan
firman Allah yang tertera dalam QS. Al-Hajj: 5
!#sÎ*sù $uZø9tRr& $ygøn=tæ uä!$yJø9$# ôN¨tI÷d$# ôMt/uur ôMtFt6/Rr&ur `ÏB Èe@à2 £l÷ry 8kÎgt/ ÇÎÈ
Artinya :
“apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah
bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang
indah.”(QS; Al-Haj: 5).
C.
Tasawuf Sebagai Terapi
Omar Alishah dalam bukunya “Tasawuf Sebagai Terapi”
menawarkan cara Islami dalam pengobatan gangguan kejiwaan yang dialami manusia,
yaitu dengan cara melalui terapi sufi. Terapi tasawuf bukanlah bermaksud
mengubah posisi maupun menggantikan tempat yang selama ini di dominasi oleh
medis, justru cara terapi sufi ini memiliki karakter dan fungsi melengkapi.
Karena terapi tasawuf merupakan terapi pengobatan yang bersifat alternatif.
Tradisi terapi di dunia sufi sangatlah khas dan unik. Ia telah dipraktekkan
selama berabad-abad lamanya, namun anehnya baru di zaman-zaman sekarang ini
menarik perhatian luas baik di kalangan medis pada umumnya, maupun kalangan
terapis umum pada khususnya. Karena menurut Omar Alisyah, terapi sufi adalah
cara yang tidak bisa diremehkan begitu saja dalam dunia terapi dan penanganan
penyakit (gangguan jiwa), ia adalah sebuah alternatif yang sangat penting.[5].
Tradisi sufi (tasawuf) sama sekali tidak bertujuan mengubah pola-pola terapi
psikomodern dan terapi medis dengan terapi sufis yang penuh dengan spiritual,
sebaliknya apa yang dilakukan Omar justru melengkapi dan membatu konsep-konsep
terapi yang telah ada dengan cara mengoptimalkan peluang kekuatan individu
seseorang untuk menyembuhkan dirinya, beberapa tehnik yang digunakan Omar
Alishah dalam upaya terapeutik yang berasal dari tradisi-tradisi tasawuf antara
lain yaitu tehnik “transmisi energi dan tehnik metafor”[6]
Dengan demikian, terapi tasawuf atau sering juga
disebut dengan penyembuhan sufis adalah penyembuhan cara islami yang
dipraktekkan oleh para sufi ratusan tahun lalu.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Tasawuf di era
modern ini, ditempatkan sebagai cara pandang yang rasional sesuai dengan nalar
normatif dan nalar humanis-sosiologis. Tasawuf atau sufisme diakui dalam
sejarah telah berpengaruh besar atas kehidupan moral dan spiritual Islam
sepanjang ribuan tahun yang silam. Selama kurun waktu itu tasawuf begitu lekat
dengan dinamika kehidupan masyarakat luas, bukan sebatas kelompok kecil yang
eksklusif dan terisolasi dari dunia luar.
Maka kehadiran tasawuf di dunia modern ini sangat
diperlukan, guna membimbing manusia agar tetap merindukan Tuhannya, dan bisa
juga untuk orang-orang yang semula hidupnya glamour dan suka hura-hura menjadi
orang yang asketis (Zuhud pada dunia). Disamping itu juga, tasawuf modern juga
sebagai terapi penyembuhan bagi kegundahan hati dalam merindukan tuhannya
B.
Saran
Penulis menyadari bahwa didalam makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan. Untuk itu demi pemahaman kita bersama, mari kita membaca
dari buku-buku lain yang bisa menambah ilmu dan pengetahuan kita tentang
tasawuf di era modern dan penulis sangat mengharapkan kritik maupun saran yang
sifatnya membangun, dari Dosen Pembimbing dan para pembaca agar untuk
berikutnya makalah ini bisa lebih baik lagi
DAFTAR PUSTAKA
Alishah, Omar, Tasawuf sebagai Terapi,
Bandung: Pustaka Hidayah, 2002., Alishah, Terapi Sufi, Yogyakarta:
Pustaka Sufi, 2004.
Annajar, Amin, Psikoterapi Sufistik dalam
Kehidupan Modern, Bandung: Mizan Media Utama, 2004.
Bagir, Haidar, Manusia Modern Mendamba Allah,
Jakarta: Penerbit Pustaka Amani, 2002.
Rifa’i, Moh., Al-Qur’an
dan Terjemahnya, Jakarta: Wicaksana, 1992.
Soleh, Moh, Agama
Sebagai Terapi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.
Suyuti, Ahmad, Percik-Percik
Kesufian, Bandung: Penerbit Pustaka Hidayah, 2002.
Syukur, M. Amin, Tasawuf Kontekstual Solusi
Problem Manusia Modern,
Yogyakarta: Pustaka, 2003.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar