TATACARA
DAN LANGKAH-LANGKA DALAM PEMBUATAN SOAL
D
I
S
U
S
U
N
OLEH: HADI SUCIPTO
SEKOLAH
TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QUR’AN AL-ITTIFAQIAH (STITTQI)
INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA
SELATAN
TAHUN AKADEMIK
2015-2016
1. Tata cara dalam
pembuatan soal.
Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda Menulis soal
bentuk pilihan ganda sangat diperlukan keterampilan dan ketelitian. Hal yang
paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah
menuliskan pengecohnya. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat
kerumitan atau tingkat kesederhanaan, serta panjang-pendeknya relatif sama
dengan kunci jawaban. Oleh karena itu, untuk memudahkan dalam penulisan soal
bentuk pilihan ganda, maka dalam penulisannya perlu mengikuti langkah-langkah
berikut,
2. Langkah-langkah penulisan soal
Soal harus sesuai dengan indikator
Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari
segi materi
Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar
atau yang paling benar.
Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus
merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
1. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah
jawaban benar
2. Pokok soal jangan menggunakan pernyataan bersifat
negatif ganda.
3. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
4. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan,
"Semua pilihan jawaban di atas salah", atau "Semua pilihan
jawaban di atas benar".
5. Pilihan
jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun
berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologis waktunya.
6. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan
berfungsi.
7. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
8. Rumusan butir soal harus menggunakan bahasa yang
sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
9. Jangan menggunaan bahasa yang berlaku setempat, jika
soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.
10. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang
bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata dan frase tersebut pada
pokok soal.
Conto soal
Indikator : Siswa dapat menjelaskan jenis
perpindahan kalor yang terjadi pada suatu kegiatan / peristiwa.
Perpindahan panas pada
batang kembang api terjadi secara ....
a. konveksi
b. radiasi
c. induksi
d. konduksi
Penjelasan:
Dalam contoh di atas
kemampuan yang ingin diukur dalam indikator adalah menjelaskan jenis
perpindahan kalor yang terjadi pada suatu kegiatan / peristiwa, sedangkan soal
menanyakan jenis perpindahan kalor tanpa ada penjelasan dan tidak melalui
sebuah kegiatan / peristiwa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar