TUGAS ULANGAN TENGAH SMESTER
D
I
S
U
S
U
N
DI SUSUN OLEH: HADI SUCIPTO
NIM: ( 2013-01-035 )
SEKOLAH TINGGI ILMU
TARBIYAH AL-QUR’AN ITTIFAQIAH ( STITTQI ) INDRALAYA
OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
TAHUN
AKADEMIK
2015-2016
Apa pengertian metodelogi pengajaran pendidikan agama islam ?. dan apa manfaat memahami
metodelogi pengajara pendidikan agam islam ?, jelaskan menurut pemahaman anda
Jawab:
Dalam membahas metodologi pendidikan agama kita harus
memahami pengertian “metodologi” itu sendiri. Secara harfiah, kata “metodologi”
berasal dari bahasa Greek, yakni “metha” yang berarti melalui dan “hodos”
berarti jalan atau cara. Sedangkan “logos” berarti ilmu pengetahuan yang
membahas tentang cara atau jalan yang harus dilalui . Jadi metodologi
pengajaran agama islam adalah ilmu yang membicarakan cara - cara menyajikan
bahan pengajaran agama islam kepada siswa untuk tercapainya tujuan yang telah
ditetapkan secara efektif dan efisien.
Pengertian Metode
Secara harfiah “metodik” itu berasal dari kata
“metode” ( method ). Metode berarti suatu cara kerja sistematik dan umum,
seperti cara kerja ilmu pengetahuan . Dari segi bahasa metode berasal dari dua
kata yaitu meta dan hodos. Meta berarti “melalui” dan hodos berarti “jalan”
atau “cara”. Dengan demikian metode dapat diartikan cara atau jalan khusus yang
harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan . Metode adalah cara kerja yang
bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan yang mencapai tujuan yang
di tentukan .
Pengertian Pengajaran
Menurut Sikun Pribadi berpendapat bahwa pengajaran
itu adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak mengenai segi kognitif
dan psikomotorik semata - mata, yaitu supaya anak lebih banyak pengetahuannya,
lebih cakap berpikir kritis, sistematis dan objektif serta terampil dalam
mengerjakan sesuatu .
Tujuan
mempelajari metodologi studi Islam.
Studi Islam (Islamic Studies) adalah salah satu studi
yang mendapat perhatian dikalangan ilmuwan. Jika ditelusuri secara mendalam,
nampak bahwa studi Islam mulai banyak dikaji oleh para peminat studi agama dan
studi-studi lainnya. Dengan demikian, studi Islam layak untuk dijadikan sebagai
salah satu cabang ilmu favorit. Artinya, studi Islam telah mendapat tempat
dalam percaturan dunia ilmu pengetahuan.
Islam sebagai agama ajaran-ajaran tidak hanya
mencakup persoalan yang trasedental akan tetapi mencakup pula berbagai
persoalan seperti ekonomi, social,
budaya, dan dimensi-dimensi lain dalam kehidupan manusia. Jika tinjau dari perkembangan
Islam masa awal telah mengalami
perkembangan, terkait erat dengan persoalan-persoalan historis cultural.
Perkembangan tersebut dapat diamati dari praktek-praktek keagamaan diberbagai
wilayah Islam, dimana antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain
berbeda-beda dalam praktek social keagamaan, sehingga benang merah yang
memisahkan antara wilayah agama an sich, dan wilayah-wilayah social dan budaya
yang telah menyatu dengan agama itu sendiri, menjadi tidak jelas.
Islam seperti agama-agama lainnya pada level historis
empiris sarat dengan berbagai kepentingan yang menempel dalam ajaran dan batang
tubuh ilmu-ilmu keagamaan itu sendiri. Campur aduk dan berkait kelindannya
“agama” dengan berbagai “kepentingan” social kemasyarakatan menambah rumitnya
mengatasi persoalan agama.
Perjalanan panjang sejarah Islam yang terhitung mulai
dari abad 7 H sampai dengan abad ke 15 H dewasa ini, menjadikan Islam sebagai
agama yang merambah keberbagai wilayah didunia, karena sesuai dengan misinya
sebagai agama rahmatan lil alamin. Islam pun pernah menjadi kekuatan dan bagian penting dalam sejarah peradaban dunia.
Salah satu persoalan mendesak untuk segera dipecahkan
adalah masalah metodologi. Hal ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, kelemahan
dikalangan umat Islam dalam mengkaji Islam secara komperehensif adalah tidak
menguasai metodologi. Kelemahan ini semakin terasa manakala umat Islam,
khususnya di indonesia, tidak menjadi produsen pemikiran akan tetapi konsumen
pemikiran. Jadi kelemahan umat islam bukan terletak pada kurangnya penguasaan
materi namun lebih pada cara-cara penyajian materi yang dikuasai.
Kedua, ada anggapan bahwa studi Islam dikalangan ilmuwan telah merambah ke berbagai wilayah.
Misalnya, studi Islam sudah masuk kestudi kawasan, filologi, dialog, agama,
antropologi, arkeologi, dsbnya.
Disamping itu juga, perbedaan bentuk ekspresi dan
karakteristik Islam antara satu wilayah dengan yang lainnya membuka wacana
mengenai hubungan antara hal-hal yang bersifat normatif dan historis dari
agama. Atas dasar itu, pemahaman terhadap persoalan hubungan antara
normativitas dan historisitas sangat penting dalam rangka menguraikan esensi
atau substansi dari ajaran yang nota benenya sudah terlembagakan, apalagi dalam
konteks saat ini.
Selain itu, untuk menghidari terjadinya pemahaman
yang bersifat campur aduk, tidak dapat menunjukkan secara distingtif mana
wilayah agama dan mana wilayah tradisi atau budaya. Bila pencampuradukan itu
terjadi, selanjutnya tidak akan bisa dihindari munculnya pemahaman yang distortif
terhadap konsep kebenaran, antara yang absolut dan relatif
Manfaat mempelajari Metodologi Studi Islam.
Dengan mempelajari metodologi studi Islam akan
memberikan ruang dalam pemikiran yang lebih kritis terhadap persoalan agama,
sehingga tidak menganggap bahwa ajaran Islam klasik dianggap sebagai taken for
granted. Hal ini didasari atas adanya
pujian paradoksal terhadap dunia Islam. Dikatakan, salah satu penyebab
kegagalan Islam dewasa ini justru disebabkan oleh keberhasilannya yang gilang
gemilang pada masa lalu. Baik karena keyakinan akan ajarannya yang sudah mutlak
sempurna serta warisan budaya masa lalu yang amat kaya dan menakjubkan, maka
seakan tidak ada lagi ruang bagi umat Islam dewasa ini untuk melakukan inovasi,
yang ada adalah melakukan konservasi, revitalisasi, dan kembali kepada
kaidah-kaidah lama yang dipersepsikan sebagai zaman keemasan. Kuatnya memori of
the past yang kemudian menjadi semacam ideologi yang disakralkan, maka dunia
Islam secara psikologis merasa memiliki dunia tersendiri. Sikap ketertutupan
ini pada urutannya membatasi kita untuk bisa melihat dan menerima realita dunia
baru. Bahwa dunia pada abad lalu bukanlah dunia yang kita huni hari ini.
Mengimbangi alur pemikiran keagamaan yang seringkali
menonjolkan warna pemikiran keagamaan yang bersifat teologis-partikularistik.
Hampir semua pengamatan sosial keagamaan sepakat bahwa pemikiran teologi,
seringkali membawa kearah ketersekatan’ umat. Ketersekatan dan
keterkotak-kotakan yang tidak dapat terhindarkan. ,Studi Agama, Normativitas
atau Historisitas, Lebih lanjut Amin Abdullah menjelaskan ada dua ciri menonjol
corak pemikiran teologis. Pertama, pemikiran teologis menekankan perlunya
personal commintment terhadap ajaran agama yang dipeluknya. Agama adalah
persoalan hidup dan mati (ultimate concern). Pemeluk agama tertentu akan akan
mempertahankan ajaran-ajaran agamanya dengan gigih hingga rela berkorban. Di
sini agama erat kaitannya dengan emosi. Kedua, ‘bahasa” yang digunakan pemeluk
agama adalah bahasa seorang pelaku” atau pemain” (actor) bukan bahasa pengamat
atau peneliti dari luar (spectator). Karenanya kesetiaan pada agama
berimplikasi menyeluruh terhadap kehidupannya.
Dapat mendialogkan ilmu humaniora klasik seperti
Fikih, Hadits, Kalam, Ulumul Qur’an dengan ilmu-ilmu humaniora kotemporer
sehingga Islam dapat dijadikan sebagai ajaran yang mampu menjadi obat mujarab
dalam mengatasi masalah kekinian.
2. apa saja ruang lingkup pengajaran PAI beserta
tujuanyan ? uraikan !
Jawab:
2. Ruang
Lingkup PAI dan tujuannya.
a) Al-Qur’an hadits
• Ruang lingkup:
Lingkup
kajiannya tentang membaca Al-Quran dan mengerti arti kandungan yang terdapat di
setiap ayat-ayat Al-Quran. Akan tetapi dalam prakteknya hanya ayat-ayat
tertentu yang di masukkan dalam materi Pendidikan Agama Islam yang disesuaikan
dengan tingkat pendidikannya dan beberapa hadist terkait.
• Tujuannya:
Meningkatkan
kecintaan peserta didik terhadap al-Qur'an.
Membekali
peserta didik dengan dalil-dalil yang terdapat dalam al-Qur'an sebagai pedoman
dalam menyikapi dan menghadapi kehidupan
Meningkatkan
kekhusyukan peserta didik dalam beribadah terlebih salat, dengan menerapkan
hukum bacaan tajwid serta isi kandungan surat/ayat dalam surat-surat pendek
yang mereka baca
b) Akidah Ahlak
• Ruang lingkup:
Lingkup
kajian tentang aspek kepercayaan menurut ajaran Islam, dan inti dari pengajaran
ini adalah tentang rukun iman.Lingkup kajian mengarah pada pembentukan jiwa,
cara bersikap individu pada kehidupannya dalam mencapai akhlak baik
• Tujuannya:
Membekali
peserta didik agar dapat: (1) mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam
dalam mengatur ketentuan dan tata cara menjalankan hubungan manusia dengan
Allah yang diatur dalam fikih ibadah dan hubungan manusia dengan sesama yang
diatur dalam fikih muamalah.
Membekali
peserta didik agar dapat: (1) mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam
dalam mengatur ketentuan dan tata cara menjalankan hubungan manusia dengan
Allah yang diatur dalam fikih ibadah dan hubungan manusia dengan sesama yang
diatur dalam fikih muamalah.
c) Fiqih
• Ruang lingkup:
Lingkup
kajian tentang segala bentuk ibadah dan tata cara pelaksanaannya, tujuan dari
pengajaran ini agar peserta didik mampu melaksanakan ibadah dengan baik dan
benar. Mengerti segala bentuk ibadah dan memahami arti dan tujuan pelaksanaan
ibadah. Juga materi tentang segala bentuk-bentuk hukum Islam yang bersumber
pada Al-Quran, sunnah, dan dalil-dalil syar’i yang lain. Tujuan pengajaran ini
adalah agar peserta didik mengetahui dan mengerti tentang hukum-hukum Islam dan
melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
• Tujuannya:
Membekali
peserta didik agar dapat mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam dalam
mengatur ketentuan dan tata cara menjalankan hubungan manusia dengan Allah yang
diatur dalam fikih ibadah dan hubungan manusia dengan sesama yang diatur dalam
fikih muamalah.
Membekali
peserta didik agar dapat: (1) mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam
dalam mengatur ketentuan dan tata cara menjalankan hubungan manusia dengan
Allah yang diatur dalam fikih ibadah dan hubungan manusia dengan sesama yang
diatur dalam fikih muamalah.
d) SKI
• Ruang lingkup:
Lingkup
kajiannya tentang pertumbuhan dan perkembangan agama Islam dari awalnya sampai
zaman sekarang sehingga peserta didik dapat mengenal dan meneladani tokoh-tokoh
Islam serta mencintai agama Islam.
• Tujuannya:
Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya mempelajari
landasan ajaran, nilai-nilai dan norma-norma Islam yang telah dibangun oleh Rasulullah saw dalam
rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam
Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan
tempat yang merupakan sebuah proses dari
masa lampau, masa kini, dan masa depan.
Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan
tempat yang merupakan sebuah proses dari
masa lampau, masa kini, dan masa depan.
Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan
tempat yang merupakan sebuah proses dari
masa lampau, masa kini, dan masa depan.
Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan
tempat yang merupakan sebuah proses dari
masa lampau, masa kini, dan masa depan.
Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan
tempat yang merupakan sebuah proses dari
masa lampau, masa kini, dan masa depan.
Adapun segi-segi atau
pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan islam sekaligus menjadi ruang
lingkup metode pendidikan agama islam adalah sebagai berikut:
a) Kurikulum, dalam menggunakan metode perlu memperhatikan aspek
kurikulum, sebagaimana diketahui kurikulum merupakan jalur yang mesti dijadikan
sebagai pedoman dalam penggunaan metode untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
b) Perbuatan mendidik itu sendiri. Maksudnya adalah seluruh kegiatan,
tindakan atau perbuatan dan sikap yang dilakukan oleh pendidikan sewaktu
menghadapi/mengasuh anak didik. Dapat juga dikatakan sebagai Proses.
c) Anak didik Yaitu merupakan obyek terpenting dalam pendidikan
islam.
d) Dasar dan tujuan pendidikan islam Yaitu landasan yang menjadi
fundament dan sumber dari segala kegiatan pendidikan islam yang dilakukan.
e) Pendidik Yaitu subyek yang melakukan pendidikan islam.
f) Materi Pendidikan Islam. Yaitu bahan-bahan, atau
pengalaman-pengalaman belajar ilmu agama islam.
g) Alat-alat pendidikan islamYaitu alat-alat yang dapat digunakan selama
melaksanakan pendidikan islam agar tujuan pendidikan islam tersebut lebih
berhasil.
h) lingkungan sekitar atau millieu pendidikan islamYaitu
keadaan-keadaan yang ikut berpengaruh dalam pelaksanaan serta hasil pendidikan
islam.
3. komponen apa saja yang harus di perhatikan dalam
prosedur umum kegiatan pembelajaran
Jawab:
1. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan rumusan perilaku yang
telah ditetapkan sebelumnya agar tampak pada diri siswa sebagai akibat dari
perbuatan belajar yang telah dilakukan. Hermawan . Tujuan yang jelas akan
memberi petunjuk yang jelas terhadap pemilihan materi/bahan ajar, strategi,
media, dan evaluasi. Berkaitan dengan tujuan pembelajaran terjadi pertentangan
pendapat tentang tujuan pembelajaran, ada sebagian ahli menyatakan tujuan
pembelajaran merupakan proses dan sebagian menyatakan tujuan haruslah
menggambarkan hasil belajar bukan prosesnya. Terlepas dari pertentangan
pendapat bahwa tujuan sebagai proses atau tidak, tujuan pembelajaran tidak
dapat melepaskan diri dari tuntunan dan kebutuhan masyarakat, serta didasari
atas falsafah dan ideologi suatu negara. Hal ini dapat dimengerti sebab upaya
pendidikan itu sendiri merupakan subsistem dalam sistem masyarakat dan negara
sehingga kekuatan-kekuatan sosial, politik,budaya. Ekonomi sangat berperan
dalam penentuan tuajuan pembelajaran terutama tujuan pendidikan yang sifatnya
lebih umum.
Menurut Bloom, dkk. Tujuan pembelajaran (proses
belajar-mengajar) dapat dipilah menjadi tujuan yang bersifat kognitif
(pengetahuan), afektif (sikap), psikomotorik (ketrampilan). Derajat pencapaian
tujuan ini merupakan indikator kualitas pencapaian tujuan dan hasil perbuatan
belajar siswa. Tujuan merupakan fokus utama dari kegiatan belajar-mengajar.
2. Guru
Pendidik
adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor,
pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan istilah lainnya
yang sesuai dengan kekhususannya yang juga berperan dalam pendidikan.
Guru menempati posisi kunci dan strategis dalam menciptakan
suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan untuk mengarahkan siswa agar
dapat mencapai tujuan secara optimal. Untuk guru harus mampu menempatkan
dirinya sebagai diseminator, informator, transmitter, transformator, organizer,
fasilitator, motivator, dan evaluator bagi terciptanya proses pembelajaran
siswa yang dinamis dan inovatif.
Pembelajaran pada haikatnya adalah proses
sebab-akibat. Guru sebagai pengajar merupakan penyebab utama terjadinya proses
pembelajaran siswa, meskipun tidak semua belajar siswa merupakan akibat guru
yang mengajar. Oleh sebab itu, guru sebagai figur sentral harus mampu
menetapkan strategi pembelajaran yang tepat sehingga dapat mendorong terjadinya
perbuatan belajar siswa yang aktif, produktif, dan efesien. Guru hendaknya
dalam mengajar harus memperhatikan kesiapan, tingkat kematangan, dan cara
belajar siswa.
. Peran Guru dalam proses belajar mengajar :
• memperhatikan dan bersikap positif;
• mempersiapkan baik isi materi pelajaran maupun
praktek pembelajarannya;
• memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap siswanya;
• memiliki sensitivitas dan sadar akan adanya
hubungan antara guru, siswa, serta
tugas masing-masing;
• konsisten dan memberikan umpan balik positif kepada
siswa.
3. Siswa
Peserta didik adalah semua individu yang menjadi
audiens dalam suatu lingkup pembelajaran. Biasanya penyebutan peserta didik ini
mengikuti skup/ruang lingkup dimana pembelajaran dilaksanakan, diantaranya :
siswa untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah, mahasiswa untuk jenjang
pendidikan tinggi, dan peserta pelatihan untuk diklat. Peserta didik adalah
masukan mentah (raw input) dalam sebuah proses pembelajaran yang harus dithreat
agar output dan outcomesnya sesuai dengan yang dicanangkan institusi
(khususnya) dan dunia pendidikan Indonesia pada umumnya.
Siswa sebagai peserta didik merupakan subyek utama
dalam proses pembelajaran. Keberhasilan pencapaian tujuan banyak tergantung
kepada kesiapan dan cara belajar yang dilakukan siswa.
• tertarik pada topik yang sedang dibahas;
• dapat melihat relevansi topik yang sedang dibahas;
• merasa aman dalam lingkungan sekolah;
• terlibat dalam pengambilan keputusan belajarnya;
• memiliki motivasi;
• melihat hubungan antara pendekatan pembelajaran
yang digunakan dengan pengalaman
belajar yang akan dicapai.
4. jelaskan perbedaan antara model, metode, strategi dan
pendekatan pembelajran
Jawab:
model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk
pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas
oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai
dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan
Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, mengetengahkan 4 (empat)
kelompok model pembelajaran, yaitu:
(1) model
interaksi sosial;
(2) model
pengolahan informasi;
(3) model personal-humanistik;
dan
(4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian,
seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan
strategi pembelajaran.
Strategi pembelajaran.
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan
selanjutnya diturunkan ke dalam Strategi Pembelajaran. Newman dan Logan
mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:
Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan
kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan
mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama
(basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah
(steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria)
dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan
(achievement) usaha.
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran,
keempat unsur tersebut adalah:
Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan
pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan
pembelajaran yang dipandang paling efektif.
Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau
prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran
keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Sementara itu, mengemukakan bahwa strategi
pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan
siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, menyebutkan bahwa dalam
strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi
pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan
diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
metode pembelajaran di sini dapat
diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang
sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk
mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya:
(1) ceramah;
(2)
demonstrasi;
(3) diskusi;
(4) simulasi;
(5)
laboratorium;
(6) pengalaman lapangan;
(7) brainstorming;
(8) debat,
(9) simposium,
dan sebagainya.
strategi pembelajaran yang efektif
merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi
pelajaran dan siswa, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam
proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
Dengan kata lain, strategi pembelajaran adalah cara yang sistematik dalam
mengkomunikasikan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran
tertentu.
Berikut ini akan dijelaskan empat komponen utama
strategi pembelajaran yang efektif, yaitu urutan kegiatan pembelajaran, metode,
media, dan waktu.
Urutan kegiatan pembelajaran mengandung beberapa
komponen, yaitu pendahuluan, penyajian, dan penutup.
Pendahuluan terdiri atas tiga langkah, yaitu:
a). penjelasan singkat tentang isi pembelajaran,
b). penjelasan relevansi isi pelajaran baru dengan
pengalaman siswa (appersepsi),
c).penjelasan tentang tujuan pembelajaran.
Penyajian terdiri atas tiga langkah, yaitu:
a) uraian,
b) contoh, dan
c) latihan. Penutup terdiri atas dua langkah, yaitu :
a) .tes formatif dan umpan balik
b). tindak Lanjut.
5. paktor apa saja yang harrus di perhatikan dalam
menentukan metode pembelajaran dalam proses pembelajaran? Jelaskan.
Jawab:
Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Pemilihan
Metode Mengajar Pengertian Metode Pengajaran Metode mengajar merupakan salah
satu komponen yang harus digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar tercipta
iklim belajar yang kondusif dan merangsang peserta didik untuk berinteraksi dan
berkreasi sehingga tujuan pembelajaran mudah tercapai. Oleh karena itu, dalam
memilih dan menerapkan metode mengajar harus disesuaikan dengan kompetensi
dasar yang akan dicapai, karakteristik kelas, kemampuan guru dan waktu yang
tersedia. fungsi-fungsi metode mengajar sebagai berikut :
1.Sebagai alat
atau cara untuk mencapai tujuan pembelajaran atau membentuk kompetensi siswa.
Setiap pembelajaran memiliki tujuan sehingga dalam proses pembelajarannya harus
ada suatu cara maupun teknik yang memungkinkan dapat mencapai tujuan tersebut
secara efektif.
2.Sebagai gambaran aktivitas yang harus ditempuh oleh
siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran. Tahapan-tahapan kegiatan belajar
mengajar pada dasarnya adalah prosedur dari masing-masing metode yang digunakan
dalam pembelajaran tersebut.
3. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan alat
penilaian pembelajaran. Karakteristik metode mengajar dapat dijadikan sebagai
pertimbangan untuk penilaian, misalnya kegiatan pembelajaran yang menggunakan
metode ceramah, tanya jawab akan berbeda penilaiannya dengan metode demonstrasi
atau latihan/praktik.
4. Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan
bimbingan dalam kegiatan pembelajaran, apakah dalam kegiatan pembelajaran
tersebut perlu diberikan bimbingan individu atau kelompok. Mencermati hakekat
metode mengajar di atas, menunjukkan betapa pentingnya metode mengajar dalam
usaha mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus cermat dan
fleksibel dalam menentukan metode yang akan digunakan dalam pembelajaran.
Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Pemilihan Metode Mengajar Penentuan
metode mengajar dalam pembelajaran harus mempertimbangkan beberapa faktor yang
mempengaruhi pembelajaran. Faktor-faktor tersebut antara lain :
a. Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran dan atau
Kompetensi Dasar merupakan pernyataan yang diharapkan dapat diketahui, disikapi
dan atau dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Rumusan
tersebut sebagai dasar acuan dalam melakukan pembelajaran. Oleh karena itu,
pemilihan metode mengajar harus berdasarkan pada tujuan pembelajaran yang akan
dicapai siswa.
b. Karakteristik Materi Pelajaran Salah satu faktor
yang harus diperhatikan dalam pemilihan metode mengajar adalah karakteristik
materi pelajaran. Ada beberapa aspek (secara umum) yang terdapat pada materi
pelajaran, yaitu:\
• Aspek konsep, merupakan substansi isi
pelajaran yang berhubungan dengan pengertian, atribut, karakteristik, label
atau ide dan gagasan sesuatu.
• Aspek
fakta, merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan
peristiwa-peristiwa yang lalu, data-data yang memiliki esensi objek dan waktu,
seperti nama dan tahun yang berhubungan dengan peristiwa atau sejarah.
• Aspek
prinsip, merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan aturan,
dalil, hukum, ketentuan, dan prosedur yang harus ditempuh.
• Aspek
nilai, merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan aspek perilaku
yang baik dan buruk, yang benar dan salah, yang bermanfaat dan tidak bermanfaat
bagi orang banyak.
• Aspek
ketrampilan intelektual, merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan
dengan pembentukan kemampuan menyelesaikan permasalahan, berpikir sistematis,
berpikir logis, berpikir taktis, berpikir kritis, berpikir inovatif dan
berpikir ilmiah.
• Aspek ketrampilan psikomotor merupakan
substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan pembentukan kemampuan fisik.
C .
Waktu yang Tersedia Pemilihan metode mengajar juga harus memperhatikan alokasi
waktu yang tersedia dalam jam pelajaran, sebab ada metode mengajar yang
memerlukan waktu yang relative panjang dalam pelaksanaannya.
d.
Faktor Peserta Didik Faktor siswa merupakan salah satu factor yang harus
dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar. Aspek yang berkaitan dengan
faktor siswa terutama pada aspek kesegaran mental (faktor antusias dan
kelelahan), jumlah siswa dan kemampuan siswa.
e. Fasilitas dan Sumber Belajar Supaya memperoleh
hasil belajar yang optimal maka setiap pembelajaran harus dirancang secara
sistematis. Prinsip-prinsip belajar yang dijadikan landasan dalam pembelajaran
diantaranya adalah ketersediaan fasilitas, media dan sumber belajar. Termasuk
di sini adalah media pesan lisan (bahasa) harus dapat dipahami siswa sehingga
tidak menimbulkan verbalisme.
6. jelaskan mengapa begitu penting kita menerapkan
metode belajar yang inovativdan modern dalam proses pembelajaran!
Jawab:
Karena, gar siswa tidak mudah bosan dan dapat
mengikuti pelajaran denganbaik. Menggunakan metode invasi agar siswamudah
memahami materi yang guru sampaikan dan tidak monoton menggunakan satu metode
saja. pembelajaran inovatif dapat diartikan sebuah pembelajaran yang
menggunakan strategi atau metode baru yang dihasilkan dari penemuannya sendiri
atau menerapkan metode baru yang ditemukan oleh para pakar dan didesain
sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang kondusif.
Pembelajaran inovatif juga mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh guru
atau instruktur lainnya yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang
baru agar mampu menfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan
hasil belajar.
Guru
yang mampu berinovasi berarti menandakan guru tersebut bisa mengemangkan
ide-ide kreatif yang mreka miliki. Kemampuan utama yang harus dimiliki oleh
para pendidik adalah dalam strategi pembelajaran. Artinya seorang guru tidak
hanya dituntut untuk menguasai mata pelajaran yang akan diajarkannya, tetapi
juga harus menguasai dan mampu mengajarkan pengetahaun tersebut pada peserta
didik.
Sedangkan
menggunakan metode modern agar kita tidak tertinggal dengan perkembangan zaman
yang begitu pesat. Pendidkan era modern sangat bergantung pada kualitas,
semakin berkembang ilmu pengetahuan yang sangat luas, kita harus menggunakan
metode yang modern atau baru, agar dapat menguasa materi dengan baik.
Pendidikan modern menjadi salah satu instrumen penting untuk kemampuan
menerapkan konsep yang sudah dikuasai dalam situasi baru. Metode pembelajaran
modern kini dianggap lebih sesuai dengan kondisi eksternal masa kini yang
menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk mampu mengambil keputusan secara efektif
terhadap problematika yang dihadapinya. Melalui penerapan metode pembelajaran
modern mahasiswa harus berpartisipasi secara aktif, selalu ditantang untuk
memiliki daya kritis, mampu menganalisis dan dapat memecahkan
masalah-masalahnya sendiri. Era globalisasi serta perkembangan teknologi
informasi telah menimbulkan perubahan-perubahan yang sangat cepat di segala
bidang. Metode pembelajaran modern yang menekankan pada minat, kebutuhan dan
kemampuan individu, menjanjikan model belajar yang menggali motivasi intrinsik
untuk membangun masyarakat yang suka dan selalu belajar. Model belajar ini
sekaligus dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan
masyarakat seperti kreativitas, kepemimpinan, rasa percaya diri, kemandirian,
kedisiplinan, kekritisan dalam berpikir, kemampuan berkomunikasi dan bekerja
dalam tim, keahlian teknis, serta wawasan global untuk dapat selalu beradaptasi
terhadap perubahan dan perkembangan.
7. jelaskan definisi, karakteristik ( keuntungan dan
kelemahan ) dan langkah- langkah metode- metode pembelajaran berikut ini:
ceramah, demontrasi, eksperimen, resitasi, team teaching, dan pilihlah dua
metode yang kalian ketahui !
Jawab:
1. Metode Ceramah (Preaching Method)
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan
menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang
pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ceramah dapat dikatakan sebagai
satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan
paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai
dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :
a. Membuat siswa pasif
b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
c. Mengandung daya kritis siswa
d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual
akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih
besar menerimanya.
e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar
anak didik.
f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian
kata-kata).
g. Bila terlalu lama membosankan.
Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :
a. Guru mudah menguaai kelas.
b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah
besar
c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d. Mudah dilaksanakan
2. Metode demontrasi ( Demonstration method )
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara
memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan,
baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan
dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi
adalah :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi
yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran
lebih melekat dalam diri siswa
Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya
suatu proses atu kerja suatu benda.
b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan .
c. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah
dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan
obyek sebenarnya
Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas
benda yang akan dipertunjukkan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru
yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
6. Metode percobaan ( Experimental method )
Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan
kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu
proses atau percobaan.
Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang
menggunakan tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya di
Laboratorium.
Kelebihan metode percobaan sebagai berikut :
a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya
atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya
menerima kata guru atau buku.
b. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk
mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.
c. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat
membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang
diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.
Kekurangan metode percobaan sebagai berikut :
a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak
setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.
b. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama,
anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.
c. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan
bidang-bidang ilmu dan teknologi.
5. Metode resitasi ( Recitation method )
Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana
siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan metode resitasi sebagai berikut :
a. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil
belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan
keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri
Kelemahan metode resitasi sebagai berikut :
a. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana
anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah
mengerjakan sendiri.
b. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa
pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan
individual
Metode mengajar beregu ( Team teaching method )
Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar
dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.
Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya,
setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap
siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.
8. buatlah tiga strategi pembelajaran aktif (
defenisi dan langkah-langkahnya ) !
Jawab:
Strategi pembelajaran afektif
Strategi pembelajaran afektif memang berbeda dengan
strategi pembelajaran kognitif dan keterampilan. Afektif berhubungan dengan
nilai (value), yang sulit diukur, oleh sebab itu menyangkut kesadaran seseorang
yang tumbuh dari dalam diri siswa. Dalam batas tertentu memang afeksi dapat
muncul dalam kejadian behavioral, akan tetapi penilaiannya untuk sampai pada
kesimpulan yang bisa dipertanggung jawabkan membutuhkan ketelitian dan
observasi yang terus menerus, dan hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan.
Apabila menilai perubahan sikap sebagai akibat dari proses pembelajaran yang
dilakukan guru di sekolah kita tidak bisa menyimpulkan bahwa sikap anak itu
baik, misalnya dilihat dari kebiasaan berbahasa atau sopan santun yang
bersangkutan, sebagai akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru.
Mungkin sikap itu terbentuk oleh kebiasaan dalam keluarga dan lingkungan
keluarga.
Strategi pembelajaran afektif pada umumnya
menghadapkan siswa pada situasi yang mengandung konflik atau situasi yang problematis.
Melalui situasi ini diharapkan siswa dapat mengambil keputusan berdasarkan
nilai yang dianggapnya baik.
Strategi pembelajaran kooperatif
Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan
belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk
mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Ada empat unsur penting
dalam strategi pembelajaran kooperatif yaitu:
(a) adanya peserta dalam kelompok,
(b) adanya aturan kelompok,
(c) adanya
upaya belajar setiap kelompok, dan
(d) adanya
tujuan yang harus dicapai dalam kelompok belajar..
Strategi pembelajaran kooperatif merupakan model
pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil, yaitu antara
empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis
kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen), sistem penilaian dilakukan
terhadap kelompok. Setiap kelompok akan memperoleh penghargaan (reward), jika
kelompok tersebut menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan.
Strategi
pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir
Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir
merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir
siswa. Dalam pembelajaran ini materi pelajaran tidak disajikan begitu saja
kepada siswa, akan tetapi siswa dibimbing untuk proses menemukan sendiri konsep
yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan
memanfaatkan pengalaman siswa.
Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan
berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan
berpikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan
untuk memecahkan masalah yang diajarkan.
Dari pengertian di atas terdapat beberapa hal yang
terkandung di dalam strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir.
Pertama, strategi pembelajaran ini adalah model pembelajaran yang bertumpu pada
pengembangan kemampuan berpikir, artinya tujuan yang ingin dicapai dalam
pembelajaran adalah bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi
pelajaran, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan
ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal.
Kedua, telaahan fakta-akta sosial atau pengalaman
sosial merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir, artinya pengembangan
gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan
sehari-hari dan berdasarkan kemampuan anak untuk mendeskripsikan hasil
pengamatan mereka terhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam
kehidupan sehari-hari.
Ketiga, sasaran akhir strategi pembelajaran
peningkatan kemampuan berpikir adalah kemampuan anak untuk memecahkan
masalah-masalah sosial sesuai dengan taraf perkembangan anak.
9. buatlah contoh concept mapping !
Jawab:

10. hasil belajar bentuk dalam bentuk apa yang di harapkan
setelah terlaksanya proses pembelajaran PAI ? dan hal apa saja yang harus di
perhatikan dalam upaya penilayan hasil belajar yang efektif.
Jawab:
Hasil Belajar dalam bentuk Kognitif
Tipe hasil belajar ini meliputi beberapa aspek
sebagai beriku:
Tipe hasil belajar pengetahuan hafalan (knowledge)
Pengetahuan hafalan, sebagai terjemahan dari
knowledge. Cakupan pengetahuan hafalan termasuk pula pengetahuan yang sifatnya
faktual, disamping pengetahuan yang mengenai hal-hal yang perlu diingat
kembali. Seperti: batasan, peristilahan, pasal, hukum, bab, ayat, rumus dan
sebagainya. Dari sudut respon belajar siswa pengetahuan itu dihafal, diingat
agar dapat dikuasai dengan baik. Ada beberapa cara untuk menguasai atau
menghafal misalnya bicara berulang-ulang, menggunakan teknik mengingat. Hal ini
dapat dilakukan dengan pembuatan ringkasan dan sebagainya.
Tipe hasil belajar pemahaman (comprehention)
Tipe hasil belajar pemahaman lebih tinggi satu
tingkat dari tipe prestasi belajar pengetahuan hafalan. Pemahaman memerlukan
kemampuan menangkap makna atau arti dari sesuatu konsep, untuk itu maka
diperlukan adanya hubungan atau pertautan antara konsep dengan makna yang ada
dalam konsep yang dipelajari.Ada tiga macam pemahaman yang berlaku umum:
pertama, pemahaman terjemahan, yakni kesanggupan memahami sesuatu makna yang
terkandung di dalamnya. Misalnya memahami kalimat dari bahasa yang satu ke
bahasa yang lain, mengartikan lambang negara dan sebagainya. Kedua, pemahaman
penafsiran, misalnya memahami grafik, menghubungkan dua konsep yang berbeda,
membedakan yang pokok dan yang bukan pokok. Sedangkan yang ketiga adalah
pemahaman ekstrapolasi yakni kesanggupan melihat di balik yang tertulis,
tersirat dan tersurat, meramalkan sesuatu atau memperluas wawasan.
Penilayan
Penilaian merupakan aspek penting dalam pelaksanaan
pendidikan. Penilaian menjadi acuan bagi sekolah, guru, siswa dan orang tua
untuk melakukan evaluasi terhadap proses belajar, kompetensi guru, konsep
sekolah, program serta kurikulum. Ada 12 prinsip dasar penilaian belajar yang
efektif, yaitu:
1. Penilaian bertujuan untuk membantu siswa belajar.
Dalam pendidikan, penilaian memiliki dua tujuan utama yaitu sebagai bagian dari
sistem pengakuan keberhasilan pencapaian akademik dan membantu perkembangan
belajar siswa. Kedua tujuan tersebut saling terkait, akan tetapi ulangan harian
merupakan penilaian yang paling efektif terhadap proses pembelajaran harian.
2. Penilaian harus konsisten dan sesuai dengan materi
yang telah diajarkan. Tujuan dari penilaian harus meliputi kemampuan pemahaman
materi/konsep, kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta perilaku.
3. Jenis penilaian sebaiknya bervariasi dan disesuaikan
dengan kompetensi dasar yang ditargetkan. Jenis penilaian bisa dilaksanakan
secara tertulis, lisan, praktik, ataupun hasil karya siswa.
4. Sebelum melakukan penilaian sebaiknya guru menjelaskan
secara rinci tentang topik, standar penilaian yang dibuat, jadwal pengumpulan,
bobot penilaian, prosedur pengumpulan, konsekuensi keterlambatan, konsekuensi
mencontek, dan sebagainya. Siswa harus mengetahui secara pasti apa yang harus
dilakukan untuk mencapai standar penilaian yang diharapkan oleh guru. Saat
memberikan penilaian perhatikan pula keaslian hasil pekerjaan siswa,
kreativitas, perkembangan tingkat kemampuan berpikir, serta kemajuan hasil
belajar siswa.
5. Kriteria penilaian harus rinci, transparan dan
terukur. Berikan contoh cara penilaian agar siswa dapat mengukur kemampuannya
dalam mencapai standar nilai yang diharapkan oleh guru.
6. Berikan masukan/saran kepada siswa berdasarkan hasil
penilaian. Sarannya berupa teknik memperbaiki kegagalan (strategi),
pemetaan masalah (pemahaman materi, ketelitian, kesulitan pemahaman soal, beban
tugas, dan lain-lain).
7. Dalam memberikan standar penilaian sebaiknya tidak
terlalu tinggi dan rumit bagi siswa. Hal ini hanya akan menurunkan minat
belajar siswa, kurang produktif saat mengerjakan tugas/soal, serta hilangnya
motivasi.
8. Penilaian harus didasarkan pada kepedulian membantu
siswa untuk memberikan pembenaran hasil kerja bukan untuk mencari
kesalahan/kekurangan. Pelaksanaan penilaian harus beralasan, mudah
dilakukan, adil, transparan, serta obyektif.
9. Membuat prosedur, konsekuensi dan komitmen untuk
mengantisipasi terjadinya kecurangan (mencontek/menjiplak).
10. Untuk penilaian kelompok harus dipikirkan secara
matang, hati-hati, serta terstruktur. Tentukan tujuan penilaian kelompok (kerja
sama, kepemimpinan, kontribusi, komunikasi, dll). Kriteria penilaian harus
efektif dan sepadan dengan hasil kerja kelompok ataupun anggotanya.
11. Saat merencanakan dan memberikan tugas perhatikan
kemampuan siswa yang beragam.
12. Menganalisa hasil kerja siswa secara sistematis akan
membantu guru dalam mengevaluasi pencapaian target kurikulum yang telah
ditetapkan. Hal tersebut berupa perbaikan dan peningkatan metode mengajar,
program pengajaran, metode penilaian, serta strategi belajar yang efektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar