TEKNOLOGI SEBAGAI PENUNJANG DALAM DUNIA
PENDIDIKKAN
D
I
S
U
S
U
N
OLEH: HADI
SUCIPTO
NIM: 2013-01-035
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QUR’AN AL-ITTIFAQIAH (STITTQI)
INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
TAHUN AKADEMIK
2015-2016
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah................................................................II
B. B.Rumusan
Masalah.......................................................................III
C. Tujuan
Penulisan Makalah............................................................V
BABII
PEMBAHASAN..............................................................................................1
A. Konsep
Pendidikan........................................................................2
B. Pengertian
Teknologi.....................................................................2
C. Konsep
Teknologi Pendidikan......................................................3
D. D.
Perbedaan dengan Teknologi Pembelajaran..........................5
E. E.
Aplikasi Teknologi Pendidikan di Indonesi............................6
BAB III
KESIMPULAN...............................................................................................7
Konsep
Pendidikan..............................................................................7
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................8
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Teknologi
adalah perkembangan alat bantu untuk memudahkan pekerjaan manusia. Teknologi
juga sebagai alat untuk pemanfaatan pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Teknologi
pun memasuki berbagai bidang dalam kehidupan manusia untuk meningkatkan
efektifitas suatu produksi ataupun kegiatan untuk penggunanya. Dunia pendidikan
pun tidak luput dari integrasi teknologi dalam rangka efektifitas dan efisiensi
pembelajaran. Teknologi dalam bidang pendidikan juga harus dapat dikembangkan
dengan baik demi terwujudnya kehidupan bangsa yang cerdas yang tertuang dalam
UUD 1945.
Bangsa
yang cerdas berarti mengarah pada sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber
daya manusia yang berkualitas berakar pada kualitas pendidikan yang juga
berkualitas. Karena hakikatnya untuk mengembangkan diri manusis membutuhkan
pendidikan agar dapat menjadi manusia yang berkualitas dan berguna bagi masyarakat
bangsa dan negara.
Manusia
dapat mengembangkan diri melalui pendidikan karena manusia menyadari hakikat
siapa sebenarnya dirinya. Salah satu pengenalan manusia terhadap dirinya
sendirian diri ádalah dengan aspek-aspek berikut:
1.
Kemampuan Menyadari Diri
2.
Kemampuan Bereksistensi
3. Kata
hati
4. Moral
5.
Tanggung Jawab
6. Rasa
Kebebasan
7.
Kewajiban dan Hak
8.
Kemampuan Menghayati Kebahagian
Aspek-aspek
tersebut dalam rangka meningkatkan pengembangan dirinya dan kualitas hidup
manusia jalan utama adalah melalui pendidikan. Dalam, mendidik atau bertugas
sebagai pendidik sangat penting mengetahui aspek-aspek hakekat manusia tersebut
agar menjadi arah sesungguhnya atau tujuan paling utama meningkatkan kualitas
hidup manusia. Pendidikan memiliki konsep dan pengertian yang luas dan
batasan-batasan untuk dikaji lebih dalam. Salah satu tugas penting para
pendidik adalah mengetahui, memahami dan dapat mengaplikasikan serta menerapkan
kajian ilmu tentang konsep pendidikan.
Teknologi
merupakan salah satu pemecahan masalah dalam dunia pendidikan, karena dapat
menembus batas ruang dan waktu. Integrasinya pun makin kuat pada masa
globalisasi teknologi dapat menjadi sarana penyelenggaraan pendidikan di
Indonesia yang sangat memiliki berbagai pulau yang berjauhan dan terpisah-pisah
serta ragam budaya. Pemecahan masalah tersebut merupakan salah satu kepentingan
dari teknologi pendidikan.
Setiap
warga negara berhak mendapatkan pendidikan, tapi dikarenakan kekayaan Indonesia
yang memiliki berbagai daerah hal tersebut membuat masih adanya daerah-daerah
yang belum tersentuh pendidikan. Sangat diperlukan pembentukan sumber-sumber
belajar agar masyarakat Indonesia yang belum terjangkau pendidikan merasakan
bagaimana pembelajaran. Disinilah peran penting Teknologi Pendidikan.
Berdasarkan
penjelasan penting sekali memahami terlebih dahulu apakah pengertian
pendidikan, teknologi dan teknologi pendidikan serta aplikasinya dalam
memecahkan masalah pendidikan. Peran teknologi pendidikan di Indonesia pun
perlu dijelaskan sehingga dapat dipahami bagaimana mempraktekkan Teknologi
Pendidikan sesuai kebutuhan dan berguna bagi bangsa Indonesia.
B.Rumusan
Masalah
Pokok
bahasan dalam makalah yang berjudul “Teknologi Pendidikan “, ini penulis
membagi berdasarkan termonologi kata-kata dalam Teknologi Pendidikan serta
aplikasinya yang akan menjadi rumusan masalah yaitu sebagai berikut :
1. Apakah
Konsep Pendidikan?
2. Apakah
Pengertian Teknologi
3. Apakah
Konsep Teknologi Pendidikan?
4. Apakah
Perbedaan dengan Teknologi Pembelajaran?
5.
Bagaimanakah Aplikasi Teknologi Pendidikan di Indonesia?
C.Tujuan
Penulisan Makalah:
1. Untuk
mengetahui konsep Konsep Pendidikan?
2. Untuk
mengetahui pengertian Teknologi
3. Untuk
mengetahui konsep Teknologi Pendidikan?
4. Untuk
mengetahui perbedaan dengan Teknologi Pembelajaran?
5. Untuk
memperoleh gambaran tentang Aplikasi Teknologi Pendidikan di Indonesia?
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Teknologi
adalah perkembangan alat bantu untuk memudahkan pekerjaan manusia. Teknologi
juga sebagai alat untuk pemanfaatan pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Teknologi
pun memasuki berbagai bidang dalam kehidupan manusia untuk meningkatkan
efektifitas suatu produksi ataupun kegiatan untuk penggunanya. Dunia pendidikan
pun tidak luput dari integrasi teknologi dalam rangka efektifitas dan efisiensi
pembelajaran. Teknologi dalam bidang pendidikan juga harus dapat dikembangkan
dengan baik demi terwujudnya kehidupan bangsa yang cerdas yang tertuang dalam
UUD 1945.
Bangsa
yang cerdas berarti mengarah pada sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber
daya manusia yang berkualitas berakar pada kualitas pendidikan yang juga
berkualitas. Karena hakikatnya untuk mengembangkan diri manusis membutuhkan
pendidikan agar dapat menjadi manusia yang berkualitas dan berguna bagi
masyarakat bangsa dan negara.
Manusia
dapat mengembangkan diri melalui pendidikan karena manusia menyadari hakikat
siapa sebenarnya dirinya. Salah satu pengenalan manusia terhadap dirinya
sendirian diri ádalah dengan aspek-aspek berikut:
1.
Kemampuan Menyadari Diri
2.
Kemampuan Bereksistensi
3. Kata
hati
4. Moral
5.
Tanggung Jawab
6. Rasa
Kebebasan
7.
Kewajiban dan Hak
8.
Kemampuan Menghayati Kebahagian
Aspek-aspek
tersebut dalam rangka meningkatkan pengembangan dirinya dan kualitas hidup
manusia jalan utama adalah melalui pendidikan. Dalam, mendidik atau bertugas
sebagai pendidik sangat penting mengetahui aspek-aspek hakekat manusia tersebut
agar menjadi arah sesungguhnya atau tujuan paling utama meningkatkan kualitas
hidup manusia. Pendidikan memiliki konsep dan pengertian yang luas dan
batasan-batasan untuk dikaji lebih dalam. Salah satu tugas penting para
pendidik adalah mengetahui, memahami dan dapat mengaplikasikan serta menerapkan
kajian ilmu tentang konsep pendidikan.
Teknologi
merupakan salah satu pemecahan masalah dalam dunia pendidikan, karena dapat
menembus batas ruang dan waktu. Integrasinya pun makin kuat pada masa
globalisasi teknologi dapat menjadi sarana penyelenggaraan pendidikan di
Indonesia yang sangat memiliki berbagai pulau yang berjauhan dan terpisah-pisah
serta ragam budaya. Pemecahan masalah tersebut merupakan salah satu kepentingan
dari teknologi pendidikan.
Setiap
warga negara berhak mendapatkan pendidikan, tapi dikarenakan kekayaan Indonesia
yang memiliki berbagai daerah hal tersebut membuat masih adanya daerah-daerah
yang belum tersentuh pendidikan. Sangat diperlukan pembentukan sumber-sumber
belajar agar masyarakat Indonesia yang belum terjangkau pendidikan merasakan
bagaimana pembelajaran. Disinilah peran penting Teknologi Pendidikan.
Berdasarkan
penjelasan penting sekali memahami terlebih dahulu apakah pengertian pendidikan,
teknologi dan teknologi pendidikan serta aplikasinya dalam memecahkan masalah
pendidikan. Peran teknologi pendidikan di Indonesia pun perlu dijelaskan
sehingga dapat dipahami bagaimana mempraktekkan Teknologi Pendidikan sesuai
kebutuhan dan berguna bagi bangsa Indonesia.
B.Rumusan
Masalah
Pokok bahasan dalam makalah yang berjudul
“Teknologi Pendidikan “, ini penulis membagi berdasarkan termonologi kata-kata
dalam Teknologi Pendidikan serta aplikasinya yang akan menjadi rumusan masalah
yaitu sebagai berikut :
1. Apakah
Konsep Pendidikan?
2. Apakah
Pengertian Teknologi
3. Apakah
Konsep Teknologi Pendidikan?
4. Apakah
Perbedaan dengan Teknologi Pembelajaran?
5.
Bagaimanakah Aplikasi Teknologi Pendidikan di Indonesia?
C.Tujuan
Penulisan Makalah:
1. Untuk
mengetahui konsep Konsep Pendidikan?
2. Untuk
mengetahui pengertian Teknologi
3. Untuk
mengetahui konsep Teknologi Pendidikan?
4. Untuk
mengetahui perbedaan dengan Teknologi Pembelajaran?
5. Untuk
memperoleh gambaran tentang Aplikasi Teknologi Pendidikan di Indonesia?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep
Pendidikan
Secara
hakekatnya pendidikan merupakan suatu proses yang tiada henti atau sering
disebut pendidikan berkelanjutan, dimana pada dasarnya untuk mengembangkan diri
harus mengikuti pendidikan terlebih dahulu agar dapat berkembang. Pemahaman
tentang pengertian pendidikan pun harus dilihat dari baatasan-batasan tentang
pendidikan. Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka
ragam, dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut
mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi
tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya. Berikut merupakan pengertian
pendidikan menurut ahli pendidikan, peraturan perundang-undangan serta sesuai
sudut pandang bidang dan batasan pendidikan:
1.
Pendidikan adalah suatu proses untuk memanusiakan manusia sehingga membuat
manusia mempunyai kehidupan berbudaya. (Pidarta, 2 : 1997)
2. Menurut
UU No.20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa
dan negara.
3.
Pendidikan menurut Kamus Bahasa Indonesia, 1991:232, berasal dari kata
"didik", Lalu kata ini mendapat awalan kata "me" sehingga
menjadi "mendidik" artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam
memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan
mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.
4. Menurut
bahasa Yunani : pendidikan berasal dari kata "Pedagogi" yaitu kata
"paid" artinya "anak" sedangkan "agogos" yang
artinya membimbing "sehingga " pedagogi" dapat di artikan
sebagai "ilmu dan seni mengajar anak".
5.
Pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke
generasi yang lain. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih
cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab, dan
lain-lain.(Lasula & Tirtarahardja, 33: 2005)
6.
Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi adalah Sebagai proses pembentukan
pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan
sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. (Lasula &
Tirtarahardja, 34: 2005)
7.
Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara yaitu : sebagai penyiapan
warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali
peserta didik agar menjadi warga negara yang baik. (Lasula & Tirtarahardja,
35: 2005)
8.
Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja: diartikan sebagai kegiatan
membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. Pembekalan
dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon
luaran. (Lasula & Tirtarahardja, 35: 2005)
9.
Education act or experience that has a formative effect on the mind, character
or physical ability of an individual. In its technical sense education is the
process by which society deliberately transmits its accumulated knowledge,
skills and values from one generation to another. (www.wikipedi.com)
10.
Pendidikan Sebagai Sistem adalah sebagai sebuah sistem terdiri dari sejumlah
komponen. Komponen tersebut antara lain: raw input (sistem baru),
output(tamatan), instrumental input (guru, kurikulum), environmental
input(budaya, kependudukan, politik dan keamanan).
Berdasarkan sepuluh pengertian diatas meskipun
dijelaskan berdasarkan perbedaan, batasan dan landasan yang berbeda tapi dapat
disimpulkan bahwa, pendidikan merupakan suatu proses untuk membelajarkan
manusia agar lebih berbudaya secara sadar dan berusaha mengembangkan pribadi
individu tiap manusia agar dapat memiliki kemampuan yang dapat bermanfaaat
untuk kemaslahatan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Selain itu pendidikan berupa aktiviitas berdampak pada pikiran, atau karekter
kemampuan tiap individu dari suatu pengalaman. Secara tekhnis pendidikan secara
akumulatif mentransfer pengetahuan, kemampuan dan nilai dari satu generasi ke
generasi yang lain. Secara keseluruhan untuk pelaksanaannya baik secara formal
maupun non formal pendidikan dilakukan sebagai suatu sistem yang memiliki
komponen dan saling bekerja satu sama lain untuk menghasilkan output yang
berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap.
B.
Pengertian Teknologi
teknologi berasal dari kata
“textere” (bahasa Latin) yang artinya “to weave or construct”, menenun atau
membangun. Dalam bahasa Yunani teknologi berasal dari kata “Technologia” yang
menurut Webster Dictionary berarti systematetic treatment atau penanganan
sesuatu secara sistematis. Arti lain dari Teknologi diambil dari kata Techne
sebagai dasar yaitu art, skill dan science yang berarti keahlian, keterampilan,
dan ilmu.
Selama ada teknologi suatu kegiatan dapat
menjadi praktis dan mengefektifkan serta memecahkan masalah. Menurut Salibury
(2002), bahwa teknologi itu merupakan usaha untuk memecahkan masalah manusia.
Teknologi dapat dijadikan alat untuk pemanfaatan pengetahuan dan ilmu
pengetahuan. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan sehingga ada ungkapan
IPTEK atau Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Menurut Saettler bahwa teknologi
tidak selamanya harus menggunakan mesin sebagaimana terbayangkan dalam pikiran
kita selama ini, akan tetapi merujuk pada setiap kegiatan praktis yang
menggunakan ilmu atau pengetahuan tertentu.
Teknologi
pada perkembangan yang makin modern mempunyai jangkauan hingga tidak sekedar
teknologi berupa perangkat keras. Rogers (1986:1) mempunyai pandangan bahwa
teknologi biasanya menyangkut aspek perangkat keras (terdiri dari material atau
objek fisik), dan aspek perangkat lunak (terdiri dari informasi yang yang
terkandung dalam perangkat keras). Semua perangkat tersebut berlangsung secara
sistematis dan dapat membantu ilmu pengetahuan berkembang bahkan menjadi suatu
bidang kajian ilmu.
Salisbury
(2002:7) mengungkapkan bahwa teknologi adalah penerapan ilmu atau pengetahuan
yang terorganisir secara sistematis untuk penyelesaian tugas-tugas secara
praktis. Praktik penggunaan teknologi akan meningkatkan nilai tambah terhadap
produk ilmu pengetahuan
C. Konsep
Teknologi Pendidikan
Setelah
dipahami pengertian dari pendidikan dan teknologi maka selanjutnya akan
dibahasa konsep teknologi pendidikan. Banyak pandangan mengenai teknologi
pendidikan. Kajian teknologi pendidikan menghasilkan berbagai konsep dan
praktek pendidikan yang banyak memanfaatkan media sebagai sumber belajar. Ada
persepsi bahwa teknologi pendidikan sama dengan media, padahal kedudukan media
berfungsi sebagai sarana untuk mempermudah dalam penyampaian informasi atau
bahan belajar. Pandangan lain juga memasukkan kurikulum bagian dari teknologi
pendidikan tapi terselenggara secara berdampingan. Berikut merupakan 10
pengertian Teknologi Pendidikan :
1.
Definisi teknologi pendidikan memuat tiga ide utama yaitu: 1. menggunakan
konsep proses dibanding konsep produk; 2. menggunakan istilah massage dan media
instrumentation dibanding istilah materials dan machine; dan 3. memperkenalkan
bagian penting dari belajar dan teori komunikasi (Ely, 1963: 19).
2.
Perumusan definisi versi tahun 1972 sehingga teknologi pendidikan dijadikan
sebagai bidang kajian, yaitu: 1). keluasan pemaknaan learning resources; 2).
kontribusi program individual or personal instruction, dan 3). pemanfaatan
system approach. Ketiga konsep ini digabungkan ke dalam suatu pendekatan untuk
memfasilitasi belajar, menciptakan keunikan, dan memiliki alasan untuk
kepentingan pengembangan dalam bidang teknologi pendidikan.
3.
Teknologi Pendidikan/pembelajaran menurut Council for educational Technology
for the United Kingdiom (CET) : pengembangan, penerapan, dan penilaian
sistem-sistem, teknik-teknik dan alat bantu untuk memperbaiki proses belajar
manusia
4.
National centre for programmed,
Teknologi pendidikan adalah penerapan ilmiah
tentang belajar dan kondisi untuk memperbaiki efektifitas dan efisiensi
pengajaran dan latihan.
5.
Commission on Instructional Technology (USA)
Teknologi Pendidikan adalah suatu cara
sistematik tentang belajar dan mengajar dalam kerangka-kerangka khusus,
berdasarkan penelitian dalam belajar dan komunikasi dan mendayagunakan
sumber-sumber manusiawi dan non manusiawi menuju pengajaran yang lebih efektif
6.
Teknologi pendidikan ialah gabungan manusia, peralatan, teknik dan peristiwa
yang bertujuan untuk memberi kesan baik kepada pendidikan" (Crowell
(1971):Encyclopedia of education)
7.
Teknologi Pendidikan adalah suatu bidang di dalam pendidikan. Istilah teknologi
Bidang pendidikan adalah sering dihubungkan dengna teknologi intervi atau
teknologi pelajaran, tetapi sering dihubungkan dengan suatu istilah lebih luas,
atau bidang studi mencakup yang lain dua orang. Teknologi bidang pendidikan
dapat meliputi sistem selain dari itu berhubungan dengan pembelajaran.
8. Rumusan
Teknologi Pendidikan Comission on Instructional Technology tahun 1970: Suatu
cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi proses
keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam bentuk tujuan pembelajaran yang
spesifik, berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada
manusia dan menggunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non-manusia
untuk membuat pembelajaran lebih efektif.
9.
Berdasarkan AECT tahun 1977 Teknologi pendidikan adalah proses kompleks yang
terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk
menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola
pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia.
10. Konsep
definisi versi AECT 2006 (Dona, etc, 2008: 1) adalah sebagai berikut: Teknologi
pendidikan adalah studi dan praktek yang etis dalam memberi kemudahan belajar
dan perbaikan kinerja melalui kreasi, penggunaan, dan pengelolaan proses dan
sumber teknologi yang tepat.
D.
Perbedaan dengan Teknologi Pembelajaran
Menurut
Tom Cuthall (1999) Teknologi pembelajaran merupakan penelitian dan aplikasi
ilmu prilaku dan teori belajar dengan pendekatan system untuk melakukan
analisis, desain, dan pengembangan, implemetasi, evaluasi dan pengaolahan
penggunaan teknologi untuk membantu memcahkan masalah belajar dan kinerja.
Tujuan utamanya adalah pemanfaatan teknologi (soft-technology dan hard
technology) untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kinerja manusia.
Konsep dan
prinsip teknologi pembelajaran kemudian diperkaya oleh ahli-ahli bidang
Psikologi, seperti Bruner (1966), dan Gagne (1974), ahli Cybernetic seperti
Landa (1976), dan Pask (1976), serta praktisi seperti Gilbert (1969), dan Horn
(1969), serta lembaga-lembaga pendidikan yang memiliki ketertarikan atas
pengembangan program pembelajaran. Walaupun teknologi pembelajaran termasuk
masih prematur, akan tetapi usaha pengembangannya terus dilakukan secara
kreatif dan teliti sehingga mampu memecahkan permasalahan yang muncul dalam
pembelajaran, sampai kepada hal-hal mikro dalam tahapan tingkahlaku belajar
peserta didik.
Definisi
dari teknologi pembelajaran menurut AECT adalah: suatu teory dan praktek dari
desain, development, utilization, management, dan evaluation dari proses dan
sumber untuk belajar. Teknologi pembelajaran adalah suatu cara atau jalan untuk
membuat belajar lebih efisien. Berdasarkan pengertian diatas teknologi pembelajaran
terdiri dari 5 bidang garapan. Menurut Seels dan Richey (1994) bahwa demi
menjaga keutuhan difinisi (teknologi pembelajaran) kegiatan-kegiatan dalam
setipa kawasan teknologi pembelajaran dapat dikaitkan baik kepada proses maupun
sumber pembelajaran.
Perkembangan yang pesat teknologi pembelajaran
ini salah satunya adalah praktik teknologi pembelajaran harus tetap
memperhatikan kawasan dan memegang konsep utama yang membatasinya serta
memanfaatkan dukungan dari berbagai ilmu lain (Atwi Suparman; Buginingsih,
2000).
E.
Aplikasi Teknologi Pendidikan di Indonesia
Berbagai
usaha dilakukan untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia salah satunya melalui penggunaan
media IT. Banyak aspek dapat diajukan untuk dijadikan sebagai alasan-alasan
untuk mendukung pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan dalam kaitannya
dengan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu aspeknya ialah
kondisi geografis Indonesia sengan sekian banyak pulau yang terpencar-pencar
dengan kontur permukaan buminya yang seringkali tidak bersahabat, IT sangat
mampu menjadi pemecahan masalah pendidikan di Indonesia yaitu meratakan
pendidikan di bumi nusantara, sebab IT mengandalkan kemampuan pembelajaran
jarak jauh yang tidak terbatas oleh ruang, jarak serta waktu. Perkembangan
teknologi informasi yang mampu mengemas, menampilkan serta menyebarkan
informasi pembelajaran baik dalam medium audio, visual, audio visual bahkan
multimedia melahirkan konsep Virtual Learning. Konsep ini berkembang sehingga
mampu mengemas kondisi dan realitas pembelajaran sebelumnya menjadi lebih
menarik dan memberikan pengkondisian secara adatif kepada peserta didik di
manapun mereka berada,. Beberapa universitas dan sekolah ( SMA ) di Indonesia
sudah memanfaatkan media IT untuk memberikan berbagai informasi tentang
pendidikan kepada masyarakat selain berfungsi sebagai media pendukung proses
pembelajaran. Dengan penggunaan media IT peserta didik mampu mendapatkan
informasi yang lebih luas dan mendalam tentang materi yang diajarkan di
universitas / sekolah.
BAB III
KESIMPULAN
1.
Konsep Pendidikan
Pendidikan
merupakan suatu proses untuk membentuk manusia yang berbudaya yang diambil dari
pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam usaha secara sadar agar dapat
bermafaat bagi masyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan juga merupakan
suatu hasil pengalaman yang membentuk pikiran dan perilaku. Pengalaman tersebut
diambil dari pemindahan ilmu dari generasi sebelumnya ke generasi selanjutnya.
Pendidikan termasuk suatu seni mengajar kepada seorang anak yang membentuk
suatu sistem karena terdiri dari komponen dan unsur-unsur yang bekerja sama
satu sama lain.
Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang
nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan.
Berdasarkan Undang-udang pendidikan membentuk watak serta peradaban bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratif
serta bertanggung jawab.
2.
Pengertian Teknologi
Teknologi
adalah keahlian, keterampilan, dan ilmu. untuk memecahkan masalah manusia.
Penerapan ilmu atau pengetahuan alat dan keterampiral tersebut terorganisir
secara sistematis untuk penyelesaian tugas-tugas secara praktis. Praktik
penggunaan teknologi juga akan meningkatkan nilai tambah terhadap produk ilmu
pengetahuan
3. Konsep
Teknologi Pendidikan
Teknologi
pendidikan memuat tiga ide utama yaitu: 1. menggunakan konsep proses dibanding
konsep produk; 2. menggunakan istilah massage dan media instrumentation
dibanding istilah materials dan machine; dan 3. memperkenalkan bagian penting
dari belajar dan teori komunikasi. Teknologi pendidikan adalah studi dan
praktek yang etis dalam memberi kemudahan belajar dan perbaikan kinerja melalui
kreasi, penggunaan, dan pengelolaan proses dan sumber teknologi yang tepat.
Pengertian
tersebut terkandung beberapa elemen berikut: 1) studi; 2) praktek yang etis; 3)
kemudahan belajar; 4) perbaikan kinerja; 5) perbaikan kinerja; 6) kreasi,
penggunaan, dan pengelolaan; 7) teknologi yang tepat; dan proses dan sumber.
4.
Perbedaan dengan Teknologi Pembelajaran
Teknologi
pembelajaran merupakan suatu teory dan praktek dari desain, development,
utilization, management, dan evaluation dari proses dan sumber untuk belajar.
Teknologi pembelajaran adalah suatu cara atau jalan untuk membuat belajar lebih
efisien.
5.
Aplikasi Teknologi Pendidikan di Indonesia
Perkembangan
teknologi informasi merupakan salah satu Teknologi Pendidikan di Indonesia
harus mampu mengemas, menampilkan serta menyebarkan informasi pembelajaran baik
dalam medium audio, visual, audio visual bahkan multimedia melahirkan konsep
Virtual Learning. Konsep ini berkembang sehingga mampu mengemas kondisi dan
realitas pembelajaran sebelumnya menjadi lebih menarik dan memberikan
pengkondisian secara adatif kepada peserta didik di manapun mereka berada.
B. SARAN
Kami yakin bahwa tulisan kami
ini, masih jauh dari sempurna, untuk itu saran dan kritik dari pembaca, penulis
harapkan sekali demi penyempurnaan tulisan/tugas makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
AECT,
1970. The Definition of Educational Technology. Washington : AECT.
AECT,
1977. The Definition of Educational Technology. Washington : AECT.
Octanary,
Siti, Dina, 2008. New Trends in Educational Technology. Bandung, Seminar
Internasional dan Kolokium Teknologi Pendidikan
Pidarta,
Made. 1997. Landasan Kependidikan. Yakarta: Rineka Cipta
Tirtarahardja,
Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Seels,
Barbara B. Richey, Rita C. 1994. Teknologi Pembelajaran : Definisi dan Domain.
Washington: AECT..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar